Subscribe:

Labels

Tuesday, February 14, 2012

Iklim Komunikasi Organisasi

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Iklim komunikasi dan organisasi merupakan hal yang perlu menjadi perhatian seorang pemimpin organisasi karena factor tersebut banyak sedikitnya ikut mempengaruhi kepada tingkah laku karyawan. Untuk dapat menciptakan iklm komunikasi dan organisasi yang baik perlu memahami kedua hal tersebut serta keadaan karyawan.[1]
Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi suatu evaluasi makro mengenai peristiwa komunikasi, perilaku manusia, respons pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan-harapan, konflik antar personal dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam orang tersebut.[2]
Konsep mengenai iklim komunikasi organisasi telah mendapat perhatian kira-kira 30 tahun yang lalu tetapi sampai sekarang belum ada kesepakatan para ahli tentang itu. Telah banyak usaha yang telah dilakukan untuk memisahkan, menerangkan, dan menentukan konsepsi ini dalam teori organisasi. Bermacam definisi dikemukakan dalam literatur mengenai iklim komunikasi organisasi. Definisi tersebut sksn dijelaskan dalam pembahasan selanjutnya.[3]

BAB II
PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Iklim Organisasi
Iklim komunikasi organisasi telah melahirkan beberapa definisi, di antaranya:
  1. Menurut Tagiuri, Iklim Komunikasi Organisasi adalah kualitas yang relatif abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggota-anggotanya, mempengaruhi tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dari lingkungan.
  2. Payne dan Pugh (1976) mendifinisikan iklim organisasi sebagi suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah laku dan prasaan anggota terhadap suatu sistem sosial.[4]
  3. Redding mengatakan iklim komunikasi organisasi merupakan fungsi kegiatan yang terdapat dalam organisasi untuk menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko, mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas mereka dan menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi, mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota organisasi; secara aktif memberi penyuluhan kepada pra anggota organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan-keputusan dalam organisasi, dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi tantangan.
  4. Pace and Faules mengatakan iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi.
  5. Dennis mendefinisikan iklim komunikasi organisasi sebagai kualitas pengalaman yang bersifat objektif mengenai lingkungan internal organisasi, yang mencakup persepsi anggota organisasi terhadap pesan dan hubungan pesan dengan kejadian yang terjadi di dalam organisasi.[5]
Dari definisi-definisi yang telah dikemukakan di atas terhadap hal-hal sebagai berikut:
  1. Bukti empiris menunjukkan, bahwa perbedaan kedua iklim ini sesungguhnya sesuatu yang berarti dan iklim organisasi adalah konsep yang bebas dari persepsi anggota secara individual mengenai organisasi.
  2. Iklim lebih bersifat deskriptif daripada afektif atau evaluatif.
  3. Iklim timbul dari dan di perkuat oleh praktik organisasi yang mungkin terbatas pada aktivitas yang sistematis dan yang telah menjadi kebiasaan yang mendalam, serta penting oleh organisasi atau anggotanya.
  4. Jika praktik menghasilkan iklim, tentu ada iklim tertentu bagi tiap-tiap praktik yang berbeda dalam fungsi organisasi.
  5. Iklim organisasi mempengaruhi tingkah laku anggota organisasi.
  6. Iklim adalah suatu pengganti yang lebih bersifat empiris bagi istilah kultur.[6]

  1. B.        Pentingnya Iklim Komunikasi Organisasi
            Iklim komunikasi berbeda dengan iklim organisasi dalam arti iklim komunikasi meliputi persepsi-persepsi mengenai pesan dan peristiwa yang berhubungan dengan pesan yang terjadi dalam organisasi.[7] Iklim komunikasi sebuah organisasi mempengaruhi cara hidup kita. Iklim komunikasi organisasi jauh lebih penting daripada keterampilan atau teknik-teknik komunikasi semata-mata dalam menciptakan suatu organisasi yang efektif.
            Poole menyatakan bahwa iklim muncul dari dan didukung oleh praktik-praktik organisasi, yang melipui iklim komunikasi, penting karena menjembatani praktik-praktik pengelolaan sumber daya manusia dengan produktivitas. Mereka menerangkan bahwa “bila sebuah organisasi melaksanakan suatu rencana insentif keuangan baru atau berperan serta dalam pembuatan keputusan, mungkin muncul suatu perubahan dalam iklim organisasi. Perubahan iklim ini mungkin, pada gilirannya, mempengaruhi kinerja dan produktivitas.  Bahwa iklim organisasi merupakan suatu citra makro, abstrak dan gabungan dari suatu fenomena global yang disebut komunikasi organisasi.[8]
            Iklim komunikasi di dalam sebuah organisasi itu penting karena secara tidak langsung iklim komunikasi organisasi dapat mempengaruhi cara hidup orang-orang di dalam sebuah organisasi. Kepada siapa orang-orang berbicara, siapa saja yang disukai, bagaimana perasaan masing-masing orang, bagaimana kegiatan kerja berlangsung dan bagaimana perkembangan orang-orang di dalam organisasi. Di dalam buku komunikasi organisasi yang ditulis oleh Pace dan Faules menegaskan hal ini, dengan mengemukakan bahwa iklim komunikasi tertentu memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu. Keputusan-keputusan yang diambil oleh anggota organisasi untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif, untuk mengikatkan diri mereka dengan organisasi, untuk bersikap jujur dalam bekerja, untuk meraih kesempatan dalam organisasi secara bersemangat, untuk mendukung para rekan dan anggota organisasi lainnya, untuk melaksanakan tugas secara kreatif, dan untuk menawarkan gagasan-gagasan inovatif bagi penyempurnaan organisasi dan operasinya, semua ini dipengaruhi oleh iklim komunikasi. Iklim yang negatif dapat benar-benar merusak yang dibuat anggota organisasi mengenai bagaimana mereka akan bekerja dan berpartisipasi untuk organisasi.[9]
            Iklim komunikasi yang penuh rasa persaudaraan mendorong para anggota organisasi untuk berkomunikasi sercara terbuka, rileks, ramah dengan anggota yang lain. Sedangkan iklim komunikasi yang negatif menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka dan penuh rasa persaudaraan.[10] Jadi, iklim komunikasi memainkan peranan sentral dalam mendorong anggota organisasi untuk mencurahkan usaha kepada pekerjaan mereka dalam organisasi. 

            Dari sini dapat dikatakan bahwa iklim komunikasi organisasi memiliki pengaruh yang cukup penting bagi motivasi kerja dan masa kerja pegawai dalam organisasi. Dari uraian di atas mengenai iklim komunikasi organisasi, kita dapat melihat pentingnya peran iklim komunikasi organisasi bagi kehidupan sebuah organisasi. Oleh karena itu iklim komunikasi organisasi merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan, tetapi harus diperhatikan oleh organisasi.[11]
            Redding (Goldhaber, 1986) mengemukakan lima dimensi penting dari iklim komunikasi tersebut.
  1. “Supportiveness”, atau bawahan mengamati bahwa hubungan komunikasi mereka dengan atasan membantu mereka membangun dan menjaga perasaan diri berharga dan penting.
  2. Partisipasi membuat keputusan.
  3. Kepercayan, dapat dipercaya dan dapat menyimpan rahasia. Haney, menemukan bahwa makin tinggi kepercayaan cenderung motivasi kerja makin tinggi.
  4. Keterbukaan dan keterusterangan.
  5. Tujuan kinerja yang tinggi, pada tingkat mana tujuan dikomunikasikan dengan jelas kepada anggota organisasi.[12]
  6. Unsur-Unsur Dasar Organisasi
            Suatu iklim komunikasi berkembang dalam konteks organisasi. Unsur-unsur dasar yang membentuk suatu organisasi dapat diringkaskan menjadi lima kategori besar, yaitu:
  1. Anggota organisasi:
Di pusat organisasi terdapat orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi.
  1. Pekerjaan dalam Organisasi:
Pekerjaan yang dilakukan  anggota organisasi terdiri dari tugas-tugas formal dan informal.
  1. Praktik-praktik pengelolaan:
Tujuan primer pegawai manajerial adalah menyelesaikan pekerjaan melalui usaha orang lainnya.
  1. Struktur organisasi:
Merujuk kepada hubungan-hubungan antara “tugas-tugas yang dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi”.
  1. Pedoman organisasi:
Serangkaian pernyatan yang mempengaruhi, mengendalikan, dan memberi arahan bagi anggota organisasi dalam mengambil keputusan dan tindakan. Pedoman organisasi terdiri atas pernyataan-pernyataan seperti cita-cita, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur dan aturan.[13]

  1. C.        Dimensi-dimensi Iklim Komunikasi
                 Adapun dimensi-dimensi iklim komunikasi organisasi menurut Pace dan Faules dalam bukunya Komunikasi Organisasi. Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan.
a)      Kepercayaan
b)     Pembuatan keputusan bersama
c)      Kejujuran
d)     Keterbukaan terhadap komunikasi ke bawah
e)      Mendengarkan dalam komunikasi ke atas
f)       Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi

            Toulson dan Smith, menerangkan dalam jurnalnya bahwa konsep iklim organisasi pertama kali dikemukakan oleh Litwin dan Stringer pada tahun 1968. Iklim organisasi oleh Litwin dan Stringer, dijabarkan atau diukur melalui lima dimensi, yaitu:
  1. Responsibility (tanggung jawab)
  2. Identity (identitas)
  3. Warmth (kehangatan)
  4. Support (dukungan)
  5. Conflict (konflik)
Pengertian dari masing-masing dimensi tersebut adalah sebagai berikut:
  1. 1.      Tanggungjawab 
Perasaan menjadi pimpinan bagi diri sendiri, tidak selalu harus mengecek ulang            semua keputusan yang diambil, ketika   karyawan mendapat suatu pekerjaan, karyawan yang             bersangkutan mengetahui bahwa itu adalah pekerjaannya. Tanggungjawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan fungsi yang ditugaskan dengan       sebaik-baiknya sesuai dengan pengarahan yang diterima atau tingkatan sejauh mana anggota organisasi bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dibebankan.
  1. 2.      Identitas 
Identitas (identity) adalah perasaaan memiliki (sense of belonging) terhadap perusahaan dan diterima dalam kelompok.
  1. 3.      Kehangatan
Kehangatan (warmth) adalah perasaan terhadap suasana kerja yang bersahabat    dan lebih ditekankan pada kondisi keramahan atau persahabatan dalam kelompok yang informal, serta hubungan yang baik antar rekan kerja, penekanan pada pengaruh persahabatan dan kelompok sosial yang informal.
  1. 4.      Dukungan 
Dukungan (support) adalah hal-hal yang terkait dengan dukungan dan hubungan antar sesama rekan kerja yaitu perasaan saling menolong antara manajer dan karyawan, lebih ditekankan pada dukungan yang saling    membutuhkan antara atasan dan bawahan.
  1. 5.      Konflik
Konflik (conflict) merupakan situasi terjadi pertentangan atau perbedaan pendapat antara bawahan dengan pimpinan dan bawahan dengan bawahan. Ditekankan pada kondisi dimana manajer dan para pekerja mau mendengarkan pendapat yang berbeda. Kedua belah pihak bersedia menempatan masalah secara terbuka dan mencari solusinya daripada menghindarinya.[14]

  1. D.       Analisis Iklim Komunikasi
            Proses pengukuran iklim komunikasi oraganisasi meliputi penelitian atas persepsi anggota organisasi mengenai pengaruh komunikasi. Sebagai konsep yang berkaitan dengan persepsi, iklim komunikasi organisasi di ukur dengan meneliti reaksi-reaksi perseptual anggota organisasi atas sifat-sifat makro organisasi. Meskipun satuan-satuan  analisis adalah persepsi individu, persepsi keseluruhan memberi suatu deskripsi yang bermanfaat mengenai iklim komunikasi organisasi bila diukur adalah sifat-sifat makro organisasi.[15]
            Iklim suatu organisasi di ungkapkan melalui isi pesan dan bentuk-bentuk simbolik yang dipergunakan dalam interaksi. Siakp-sikap kolektif di ungkapkan dalam pembedaharaan kata, kiasan-kiasan, kisah-kisah dan laporan-laporan. Setiap orang yang pernah bekerja di perusahaan yang sedang dalam keadaan kritis, pasti mengerti bahasa pesimisme, keputusasaan dan perjuangan. Hubungan sehari-hari memilki gambaran tentang bagaimana iklim diciptakan dan dipelihara.
            Schrank (1978) menggambarkan percakapan informal sebagai penghilang kebosanan dan berpendaapt bahwa:  “ walaupun pekerjaan itu sendiri sangat penting bagi komunitas lingkungan kerja, hal yang paling di abaikan oleh orang-orang yag mengamati masalah-masalah komunitas lingkungan kerja adalah sifat dasar hubungan antarmanusia. Kebiasaan-kebiasaan seperti mengucapkan salam, istirahat untuk minum kopi, makan siang, istirahat ntuk merokok, bercanda dan bercakap-cakap tentang banyak hal merupakan cara-cara penting sebuah komunitas memelihara dirinya.”
            Ikim mempunyai implikasi yang menjangkau panjang, penelitian iklim meliputi lebih daripada sekadar menentukan apakah Perusahaan X merupakan tempat bekerja yang menyenangkan. Mayer (1981) melaporkan sebuah penelitian yang menunjukkan bagaimana bentuk-bentuk simbolik (cerita-cerita dan kiasan-kiasan) mepmertahankan ideologi, mengganti petunjuk organisasi, dan membantu membimbing reaksi-reaksi  anggota pada saat kritis.
            Bila anggota organisasi berinteraksi dan menggunakan bentuk-bentuk simbolik, bentuk-bentuk tersebut memberikan rasionalisasi atas tindakan organisasi. Mereka juga menunjukkan apa yang diharapkan dari iklim organisasi.[16]

BAB III
PENUTUP

3. 1 Kesimpulan
            Definisi iklim komunikasi organisasi menerangkan pentingnya iklim komunikasi oragnisasi dalam kehidupan anggota organisasi dan dalam berfungsinya secara efektif, menerangkan dengan cermat proses pengembangan iklim komunikasi, dan menyajikan beberapa cara untuk mengukur variabel atau dimensi iklim komunikasi organisasi. Iklim organisasi dibentuk melalui interaksi antara anggota-anggota organisasi . Iklim bukanlah sifat individu, tetapi sifat yang dibentuk, dimilki bersama, dan dipelihara oleh para anggota organisasi. Pentingnya iklim yang mendukung dalam komunikasi organisasi ditkankan oleh Redding sebagai berikut. Iklim dari organisasi adalah lebih krusial daripada keterampilan atau teknik berkomunikasi dalam menciptakan suatu organisasi yang efektif. Apabila kepuasan komunikasi bertambah, maka iklim organisasi akan bertambah positif secara umum.






DAFTAR PUSTAKA

Muhammad, Arni. Komunikasi Organisasi. Jakarta:Bumi Aksara, 1995
Paules, R. Wayne Pace and Don F. Komunikasi Organisasi.
            Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998
Morrisan, M.A. Teori Komunikasi Organisasi.
            Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009.
Jurnal-Vivi.blogspot.com
Source: manajemenkomunikasi.blogspot.com




[1] Dr. Arni Muhammad. Komunikasi Organisasi. (Jakarta:Bumi Aksara, 1995)h.82


[3] Dr. Arni Muhammad. Komunikasi Organisasi. (Jakarta:Bumi Aksara, 1995)h.82

[4] Ibid., h.82-83



[6] Dr. Arni Muhammad. Komunikasi Organisasi. (Jakarta:Bumi Aksara, 1995)h.82

[7] R. Wayne Pace Paules and Don F. Komunikasi Organisasi. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998)h.147

[8] Ibid.,h.148-149

[9] Source: manajemenkomunikasi.blogspot.com

[10] Dr. Arni Muhammad. Komunikasi Organisasi. (Jakarta:Bumi Aksara, 1995)h.85

[11] Source: manajemenkomunikasi.blogspot.com

[12] Dr. Arni Muhammad. Komunikasi Organisasi. (Jakarta:Bumi Aksara, 1995)h.85

[13] R. Wayne Pace Paules and Don F. Komunikasi Organisasi. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998)h.149-153

[14] Jurnal-Vivi.blogspot.com

[15] R. Wayne Pace Paules and Don F. Komunikasi Organisasi. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998)h.157


[16] Ibid., h.166

0 comments: