Belajar Grafis: Nirmana

blogger templates
Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti
titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang
harmonis. Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam
bentuk dwimatra, trimatra
yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu
tatarupa. Elemen-elemen seni rupa dapat dikelompokan menjadi 4 bagian
berdasarkan bentuknya.
  1. Titik  Titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Raut titik
    yang paling umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah.
  2. Garis Garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna.
  3. Bidang Bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi
    pajang, lebar dan luas; mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis.
  4. Gempal Gempal adalah bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman. Penyusunan merupakan suatu proses pengaturan atau disebut juga komposisi dari bentuk-bentuk menjadi satu susunan yang baik. Ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk tersebut. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Perlu diketahui bahwa prinsip-prinsip ini bersifat subyektif terhadap penciptanya.


Image from : a2910.blogspot.com

Dalam ilmu desain grafis, selain prinsip-prinsip diatas ada beberapa prinsip utama untuk tujuan komunikasi dari sebuah karya desain.

  1. Ruang Kosong (White Space) Ruang kosong dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam
    penempatannya pada sebuah bidang dan menjadikan sebuah obyek menjadi dominan.
  2. Kejelasan (Clarity) Kejelasan atau clarity mempengaruhi penafsiran penonton akan sebuah
    karya. Bagaimana sebuah karya tersebut dapat mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu/makna ganda.
  3. Kesederhanaan (Simplicity) Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak
    kurang. Kesederhanaan sering juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian kesederhanaan mendorong penikmat untuk menatap lama dan tidak
    merasa jenuh.
  4. Emphasis (Point of Interest) Emphasis atau disebut juga pusat perhatian, merupakan pengembangan
    dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai nilai artistic.

Prinsip-prinsip dasar seni rupa

  1. Kesatuan (Unity) Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat
    penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat
    karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan
    karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah
    prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai
    hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai.
  2. Keseimbangan (Balance) Karya seni dan
    desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak
    membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan
    yang akan roboh, kita merasa tidak nyaman dan cenderung gelisah.
    Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua
    daya yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini
    tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana
    semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.
  3. Proporsi (Proportion) Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian.
    Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan
    perbandingan-perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah
    perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden
    Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini
    dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan
    deret bilangan Fibonacci
    yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon
    proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam
    termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang
    diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat
    kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.
  4. Irama (Rhythm) Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam
    bentuk-bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak
    laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama
    sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk-bentuk unsur rupa.
  5. Dominasi (Domination) Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada
    dalam karya seni dan deisan. Dominasi berasal dari kata Dominance yang
    berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu
    unsure sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain,
    dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye
    Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu utnuk menarik
    perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan.

Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain, Drs. Sadjiman Ebdi Sanyoto, Yogyakarta 2005
Post a Comment