KB dan pandangan Ulama

blogger templates

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Dewasa ini banyak ditemukan teknologi-teknologi canggih guna penapaian tujuan pemerinyah yanki menciptakan kesejahteraan masyarakatnya yang salah satu diantaranya adalah program KB. Dalam pelaksanaan program inipun banyak ditemukan pro kontra antara pihak yang mensetujui atapun tidak dengan program ini.

Oleh karenannya kami membahas fenomena ini dalam suatu makalah, semoga makalah kami ini bermanfaat bagi kami kussunya dan semua pihak pada umumnya.



B. Rumusan masalah

- Apa pengertian KB?

- Apa saja jenis-jenis alat kontrasepsi?

- Bagaimana pendapat ulama’ akan adanya KB?

C. Tujuan penulisan

- Mengetahui pengertian dan makna KB secara mendalam

- Mengetahui jenis-jenis alat kontraseps yang sering digunakan dalam masyarakat umum

- Mengetahui pendapat ulama atau tokoh-tokoh agama terkait dengan diperbolehkan atau tidaknya KB





BAB II

Pembahasan

A. Pengertian KB

Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga. Berdasarkan penelitian, terdapat 3.6 juta kehamilan tidak direncanakan setiap tahunnya di Amerika Serikat, separuh dari kehamilan yang tidak direncanakan ini terjadi karena pasangan tersebut tidak menggunakan alat pencegah kehamilan, dan setengahnya lagi menggunakan alat kontrasepsi tetapi tidak benar cara penggunaannya.



B. Metode kontrasepsi

Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim. Kontrasepsi dapat reversible (kembali) atau permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.

Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik seperti IUD; atau metode hormonal seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi.

Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan. Sayangnya, tidak ada metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan seksual), yang efektif mencegah kehamilan 100%.

Seorang wanita dapat tetap menjadi hamil bila :
Menyusui
Saat pertama kali berhubungan seksual
Posisi apapun dalam berhubungan seks
Bila wanita tidak orgasme
Memakai douches (memasukkan cairan kimia atau spermisida ke dalam vagina)


C. Macam-macam kontrasepsi

1. Kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi ini tersedia dalam bentuk oral, suntikan, dan mekanik. Kontrasepsi oral adalah kombinasi dari hormon estrogen dan progestin atau hanya progestin-mini pil. Suntikan dan kontrasepsi implant (mekanik) mengandung progestin saja atau kombinasi progestin dan estrogen

2. Kontrasepsi oral kombinasi

mengandung sintetik estrogen dan preparat progestin yang mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH dan FSH, mempertebal lendir mukosa servikal (leher rahim), dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Pil kombinasi ada yang memiliki estrogen dosis rendah dan ada yang mengandung estrogen dosis tinggi. Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat tertentu (terutama obat epilepsy).

Selain untuk kontrasepsi, oral kombinasi dapat digunakan untuk menangani dismenorea (nyeri saat haid), menoragia, dan metroragia. Oral kombinasi tidak direkomendasikan untuk wanita menyusui, sampai minimal 6 bulan setelah melahirkan. Pil kombinasi yang diminum oleh ibu menyusui bisa mengurangi jumlah air susu dan kandungan zat lemak serta protein dalam air susu. Hormon dari pil terdapat dalam air susu sehingga bisa sampai ke bayi. Karena itu untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan tablet yang hanya mengandung progestin, yang tidak mempengaruhi pembentukan air susu.

Wanita yang tidak menyusui harus menunggu setidaknya 3 bulan setelah melahirkan sebelum memulai oral kombinasi karena peningkatan risiko terbentuknya bekuan darah di tungkai. Apabila 1 pil lupa diminum, 2 pil harus diminum sesegera mungkin setelah ingat, dan pack tersebut harus dihabiskan seperti biasa. Bila 2 atau lebih pil lupa diminum, maka pack pil harus tetap dihabiskan dan metode kontrasepsi lain harus digunakan, seperti halnya adanya kondom yang digunakan untuk mencegah kehamilan.

Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu setelah persalinan, maka pil KB bisa langsung digunakan. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu, maka harus menunggu 1 minggu sebelum pil KB mulai digunakan, sedangkan jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu, harus menunggu 2 sekitar minggu sebelum penggunaan pil Kb kembali dilakukan.

Pil KB tidak berpengaruh terhadap obat lain, tetapi obat lain (terutama obat tidur dan antibiotik) bisa menyebabkan berkurangnya efektivitas dari pil KB. Obat anti-kejang (fenitoin dan fenobarbital) bisa menyebabkan meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita yang biasa mengkonsumsi atau menggunakan pil KB.

· Beberapa kondisi dimana kontrasepsi oral kombinasi tidak boleh diigunakan pada wanita yaitu:
menyusui atau kurang dari 6 minggu setelah melahirkan
usia >35 tahun dan merokok 15 batang sehari
faktor risiko multipel untuk penyakit jantung (usia tua, merokok, diabetes, hipertensi)
tekanan darah sistolik ≥ 160 atau TD diastolik ≥ 100 mmHg
riwayat trombosis vena dalam atau emboli paru
operasi besar dengan istirahat lama di tempat tidur
riwayat sakit jantung iskemik
stroke
penyakit jantung katup komplikasi
migrain dengan gejala neurologi fokal (dengan aura)
migrain tanpa gejala neurologi fokal dan usia = 35 tahun
riwayat kanker payudara
diabetes dengan nefropati, retinopati, neuropati, penyakit vaskular, atau diabetes > 20 tahun
sirosis berat
kanker hati

ü Beberapa fakta terkait alat kontrasepsi oral kombinasi

Keuntungan : sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat

Kerugian: tidak direkomendasikan untuk menyusui, tidak melindungi dari Penyakit Menular Seksual (PMS), harus diminum setiap hari, membutuhkan resep dokter

Efek samping local: mual, nyeri tekan pada payudara, sakit kepala

Efek samping: perdarahan tidak teratur (umumnya menghilang setelah 3 bulan pemakaian), meningkatkan tekanan darah (dapat kembali normal bila oral kombinasi dihentikan), bekuan darah pada vena tungkai (3-4 kali pada pil KB dosis tinggi), meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, risiko stroke (pada wanita usia > 35 tahun)

Pengembalian kesuburan: ketika dihentikan maka kesuburan akan kembali seperti semula. Kesuburan ini bervariasi, dalam waktu 3-12 bulan setelah dihentikan maka tidak ada perbedaan kesuburan antara wanita yang memakai kontrasepsi oral dan yang tidak.

3) Kontrasepsi oral progestin (pil)

mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan silia saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Keefektifan berkurang bila pil tidak diminum di waktu yang sama setiap harinya. Kontrasepsi ini diberikan pada wanita yang menginginkan kontrasepsi oral namun tidak bisa menggunakan oral kombinasi karena pengaruh estrogen dapat membahayakan, misalnya pada wanita yang sedang menyusui.

ü Beberapa fakta terkait kontrasepsi oral progestin

Efektivitas: kehamilan terjadi pada 0,5 – 5 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : mula kerja cepat (24 jam setelah pemakaian pil), menurunkan kejadian menoragia dan anemia. Dapat digunakan pada wanita menyusui. Mencegah terjadinya kanker endometrium, tidak memiliki efek samping yang berkaitan dengan estrogen (bekuan darah di vena tungkai)

Kerugian: harus diminum di waktu yang sama setiap hari, kurang efektif dibandingkan oral kombinasi, membutuhkan resep dokter

Efek samping: penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi

Pengembalian kesuburan cepat ketika pil dihentikan



4) Kontrasepsi suntikan progestin

mencegah kehamilan dengan mekanisme yang sama seperti progestin pil namun kontrasepsi ini menggunakan suntikan intramuskular (dalam otot ). Yang sering digunakan adalah medroxyprogesterone asetat (Depo-Provera), 150 mg yang diberikan setiap 3 bulan.

ü Beberapa kata yang terkait dengan kontrasepsi suntikan progestin

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 0,3 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : mula kerja cepat dan sangat efektif, bekerja dalam waktu lama, tidak mengganggu menyusui, dapat dipakai segera setelah keguguran atau setelah masa nifas,

Kerugian : suntikan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan secara teratur, tidak melindungi dari PMS,

Efek samping local : peningkatan berat badan, rambut rontok

Efek samping : tulang menjadi keropos, kelainan metabolisme lemak, ketidakteraturan menstruasi termasuk menometroragi (umumnya beberapa bulan pertama) dan amenorea ( 1 tahun pertama), jika pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun

Pengembalian kesuburan 5-7 bulan setelah penghentian suntikan

5)Kontrasepsi suntikan estrogen-progesteron

suntikan ini diberikan secara intramuskular setiap bulan, mengandung 25 mg depo medroxyprogesteron asetat dan 5 mg estradiol cypionat. Mekanisme kerja, efek samping, kriteria, dan keamanan sama seperti kontrasepsi oral kombinasi. Siklus menstruasi terjadi lebih stabil setiap bulan. Pengembalian kesuburan tidak selama kontrasepsi suntikan progestin.

6) Implant progestin

kapsul plastik, tipis, fleksibel, yang mengandung 36mg levonorgestrel yang dimasukkan ke dalam kulit lengan wanita. Setelah diberi obat bius, dibuat sayatan dan dengan bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. Tidak perlu dilakukan penjahitan.
Kapsul ini melepaskan progestin ke dalam aliran darah secara perlahan dan biasanya dipasang selama 5 tahun. Mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Kontrasepsi ini efektif dalam waktu 48 jam setelah diimplan dan efektif selama 5-7 tahun.

ü Beberapa fakta terkait Implant progestin

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 0,05 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : sangat efektif, bekerja untuk jangka waktu lama

Kerugian : membutuhkan prosedur operasi kecil untuk pemakaian dan pelepasan, tidak melindungi dari PMS

Efek samping lokal : sakit kepala, payudara menjadi keras, peningkatan berat badan, kerontokan rambut, jerawat, perubahan mood

Efek samping : gangguan metabolisme lemak, hirsutisme, gangguan menstruasi (memanjang, tidak teratur)

Kesuburan baru kembali 1 bulan setelah kapsul diambil

7)Kontrasepsi Patch

Patch ini didesain untuk melepaskan 20µg ethinyl estradiol dan 150 µg norelgestromin. Mencegah kehamilan dengan cara yang sama seperti kontrasepsi oral (pil). Digunakan selama 3 minggu, dan 1 minggu bebas patch untuk siklus menstruasi. 1. Kontrasepsi Barrier (penghalang)

8) Kondom (pria dan wanita) à metode yang mengumpulkan air mani dan sperma di dalam kantung kondom dan mencegahnya memasuki saluran reproduksi wanita. Kondom pria harus dipakai setelah ereksi dan sebelum alat kelamin pria penetrasi ke dalam vagina separuh bagian penis yang ereksi. Tidak boleh terlalu ketat (ada tempat kosong di ujung untuk menampung sperma). Kondom harus dilepas setelah ejakulasi.


Cara pemakaian kondom :
Gunakan kondom seiap kali berhubungan seksual
Buka kondom secara perlahan untuk mencegah kerusakan (jangan menggunakan gigi atau benda tajam)
Pasang kondom dalam keadaan penis ereksi dan sebelum kontak dengan pasangan
Pastikan tidak ada udara yang terjebak di ujung kondom
Pastikan penggunaan pelumas yang cukup (dapat menggunakan pelumas tambahan)
Gunakan hanya pelumas dengan bahan dasar air ketika menggunakan kondom (pelumas dengan bahan dasar minyak dapat melemahkan lateks)
Pegang kondom dengan hati-hati setelah ejakulasi, dan untuk mencegah terlepasnya kondom, keluarkan kondom dari vagina dalam keadaan penis ereksi

Efktivitas : kehamilan terjadi pada 3-14 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama.

Keuntungan : dapat digunakan selama menyusui, satu-satunya kontrasepsi yang mencegah PMS, infeksi GO, klamidia

Kerugian : kegagalan tinggi bila tidak digunakan dengan benar, alergi lateks pada orang yang sensitif

9) Diafragma dan cervical cap

Kontrasepsi penghalang yang dimasukkan ke dalam vagina dan mencegah sperma masuk ke dalam saluran reproduksi. Diafragma terbuat dari lateks atau karet dengan cincin yang fleksibel. Diafragma diletakkan posterior dari simfisis pubis sehingga serviks (leher rahim) tertutupi semuanya. Diafragma harus diletakkan minimal 6 jam setelah senggama. Cervical cap (penutup serviks) adalah kop bulat yang diletakkan menutupi leher rahim dengan perlekatan di bagian forniks. Terbuat dari karet dan harus tetap di tempatnya lebih dari 48 jam.



Efektivitas : kehamilan terjadi pada 6-40 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama


Keuntungan : dapat digunakan selama menyusui, tidak ada risiko gangguan kesehatan, melindungi dari PMS

Kerugian : angka kegagalan tinggi, peningkatan risiko infeksi, membutuhkan evaluasi dari tenaga kesehatan, ketidaknyamanan Spermisida
Agen yang menghancurkan membran sel sperma dan menurunkan motilitas (pergerakan sperma).

10) IUD (spiral)



Fleksibel, alat yang terbuat dari plastik yang dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah kehamilan dengan cara menganggu lingkungan rahim, yang menghalangi terjadinya pembuahan maupun implantasi. Spiral jenis copper T (melepaskan tembaga) mencegah kehamilan dengan cara menganggu pergerakan sperma untuk mencapai rongga rahim dan dapat dipakai selama 10 tahun. Progestasert IUD (melepaskan progesteron) hanya efektif untuk 1 tahun dan dapat digunakan untuk kontrasepsi darurat. IUD dapat dipasang kapan saja selama periode menstruasi bila wanita tersebut tidak hamil. Untuk wanita setelah melahirkan, pemasangan IUD segera (10 menit setelah pengeluaran plasenta) dapat mencegah mudah copotnya IUD. IUD juga dapat dipasang 4 minggu setelah melahirkan tanpa faktor risiko perforasi (robeknya rahim). Untuk wanita menyusui, IUD dengan progestin sebaiknya tidak dipakai sampai 6 bulan setelah melahirkan. IUD juga dapat dipasang segera setelah abortus spontan triwulan pertama, tetapi direkomendasikan untuk ditunda sampai involusi komplit setelah triwulan kedua abortus. Setelah IUD dipasang, seorang wanita harus dapat mengecek benang IUD setiap habis menstruasi. Kondisi dimana seorang wanita tidak seharusnya menggunakan IUD adalah :
Kehamilan
Sepsis
Aborsi postseptik dalam waktu dekat
Abnormalitas anatomi yang mengganggu rongga rahim
Perdarahan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya
Penyakit tropoblastik ganas
Kanker leher rahim, kanker payudara, kanker endometrium
Penyakit radang panggul

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 0,3-0,8 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : sangat efektif, bekerja cepat setelah dimasukkan ke dalam rahim. Bekerja dalam jangka waktu lama

Kerugian : risiko infeksi panggul, dismenorea (nyeri saat haid), menoragia pada bulan-bulan pertama, peningkatan risiko perforasi (robek) rahim, risiko kehamilan ektopik, IUD dapat lepas dengan sendirinya

Efek samping : nyeri, perdarahan, peningkatan jumlah darah menstruasi
Pengemb alian kesuburan cepat setelah dilepaskan



11) Ritmik



Metode ritmik adalah metode dimana pasangan suami istri menghindari berhubungan seksual pada siklus subur seorang wanita. Ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) terjadi 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam, tetapi sperma bisa bertahan selama 3-4 hari setelah melakukan hubungan seksual. Karena itu pembuahan bisa terjadi akibat hubungan seksual yang dilakukan 4 hari sebelum ovulasi.

Macam-macam retmik

1. Metode ritmik kalender merupakan metode dimana pasangan menghindari berhubungan seksual selama periode subur wanita berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sperma untuk bertahan di saluran reproduksi wanita. Periode subur seorang wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek – 18) dan (siklus menstruasi terpanjang - 11)

Contoh: bila siklus terpendek seorang wanita adalah 25 hari, dan siklus terpanjangnya 29 hari, maka periode suburnya adalah (25 – 18) dan (29 – 11) yang berarti hubunan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-18 setelah menstruasi.

2. Metode lendir serviks adalah metode mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Periode subur ditandai dengan lendir yang jernih, encer, dan licin. Abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual) diperlukan selama menstruasi, setiap hari selama periode preovulasi (berdasarkan lendir serviks), dan sampai waktu lendir masa subur muncul sampai 3 hari setelah lendir masa subur itu berhenti.


3. Metode pengukuran suhu tubuh berdasarkan perubahan temperatur. Pengukuran dilakukan pada suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur. Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° Celsius) setelah ovulasi. Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan sejak hari pertama menstruasi sampai 3 hari setelah kenaikan dari temperatur.



Efektivitas : kehamilan terjadi pada 9-25 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama
Keuntungan: tidak ada efek samping gangguan kesehatan,ekonomis
Kerugian : angka kegagalan tinggi, tidak melindungi dari PMS, menghambat spontanitas, membutuhkan siklus menstruasi teratur

11) Penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi

Disebut juga coitus interruptus. Pada metode ini, pria mengeluarkan/menarik penisnya dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi (pelepasan sperma ketika mengalami orgasme).
Metode ini kurang dapat diandalkan karena sperma bisa keluar sebelum orgasme juga memerlukan pengendalian diri yang tinggi serta penentuan waktu yang tepat.

12) Amenorea menyusui

Selama menyusui, penghisapan air susu oleh bayi menyebabkan perubahan hormonal dimana hipotalamus mengeluarkan GnRH yang menekan pengeluaran hormone LH dan menghambat ovulasi. Ini adalah metode yang efektif bila kriteria terpenuhi : menyusui setiap 4 jam pada siang hari, dan setiap 6 jam pada malam hari. Makanan tambahan hanya diberikan 5-10% dari total.


Efektivitas : kehamilan terjadi pada 2 per 100 wanita pada 6 bulan setelah melahirkan, 6 per 100 wanita setelah 6-12 bulan setelah melahirkan

Keuntungan : pencegahan kehamilan segera setelah melahirkan, tidak mengganggu kesehatan, ekonomis, merangsang seorang wanita untuk menyusui

Kerugian : tidak sepenuhnya efektif, harus memenuhi criteria, tidak melindungi dari PMS



13) Kontrasepsi darurat

Kontrasepsi darurat hormonal à estrogen dosis tinggi atau progestin diberikan dalam waktu 72 jam setelah senggama tidak terproteksi, dengan cara kerja mencegah ovulasi dan menyebabkan perubahan di endometrium. 4 pil kombinasi yang mengandung 30-35μg ethinyl estradiol, diulangi 12 jam kemudian. 2 pil kombinasi mengandung 50μg levonorgestrel, diulangi 12 jam kemudian. Tidak boleh digunakan pada wanita yang alergi kontrasepsi pil hormonal. Tidak boleh digunakan sebagai kontrasepsi rutin.

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 2 per 100 wanita pada bila digunakan dalam waktu 72 jam

Keuntungan : sangat efektif untuk situasi darurat

Kerugian : mual hebat dan perdarahan

Kontrasepsi darurat IUD à dimasukkan 5 hari setelah senggama tidak terproteksi untuk mengganggu implantasi, kehamilan terjadi kurang dari 1 per 100 wanita bila dimasukkan dalam waktu 5 hari




Teknik sterilisasi lainnya yang kadang digunakan pada wanita adalah histerektomi (pengangkatan rahim) dan ooforektomi (pengangkatan ovarium/indung telur).

14) Kontrasepsi untuk wanita usia lanjut

Semakin bertambah usia maka terdapat perubahan dari periode menstruasi. Ketika darah haid akhirnya berhenti, maka seorang wanita memasuki masa menopause. Bagaimanapun juga, kontrasepsi sebaiknya digunakan sampai wanita tidak mendapatkan menstruasi atau darah haid selama 2 tahun jika usia kurang dari 50 tahun atau 1 tahun jika usia lebih dari 50 tahun

v Gambar gambar alat kontrasepsi















E.Pengertian Tubektomi

proses sterilisasi dengan cara mengikat atau memotong salah satu bagian rahim, yaitu saluran telur (tuba falopii).

Berdasarkan cara atau metodenya, tubektomi ini dibedakan menjadi dua yaitu minilaparotomi dan laparoskopi. Minilaparotomi adalah tindakan operatif diagnostik atau klinik terapeutik dengan melakukan sayatan kecil (1,5–3 sentimeter) pada dinding perut. sedangkan laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan peneropongan memakai alat melalui sayatan pada dinding perut, setelah lebih dahulu dilakukan pengisian dengan udara atau gas ke dalamnya (KBBI daring).

* Yang boleh ber-KB tubektomi

Siapa saja yang boleh tubektomi? Berikut adalah syarat-syaratnya:
Perempuan usia diatas 26 tahun
Memiliki keturunan lebih dari dua
Sudah memiliki keinginan dan keyakinan untuk tidak menambah anak lagi
Perempuan yang jika hamil, akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius dan membahayakan.
Memahami prosedur dan tindakan tubektomi, serta sukarela setuju dengan prosedur tubektomi.

* Yang tidak boleh ber-KB tubektomi

Siapa saja yang sebaiknya tidak boleh menjalani tubektomi? ini dia:
Perempuan yang sedang hamil atau terdeteksi hamil
Terjadi perdarahan vaginal yang belum jelas penyebabnya. Harus ada pemeriksaan jika terjadi hal ini.
Terjadi infeksi daerah pelvik ataupun di daerah rahim yang akut, hingga disembuhkan terlebih dahulu.
Perempuan yang tidak boleh menjalani proses pembedahan
Belum memiliki keyakinan yang pasti tentang keinginannya melaksanakan tubektomi
Tidak memiliki izin dari suami, serta
Belum memberikan persetujuan tertulis.

- Manfaat dan keterbatasan tubektomi

Sebelum anda mengambil keputusan tentang tubektomi, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa manfaat dan bagaimana keterbatasan dari tubektomi ini. berikut adalah manfaat dan keterbatasan tubektomi.

Manfaat:
Sangat efektif, karena merupakan metode kontrasepsi permanen.
Tidak mempengaruhi proses pemberian ASI
Tidak bergantung pada faktor senggama
Akan lebih bermanfaat bagi anda yang memiliki riwayat kehamilan beresiko karena akan terhindar dari keadaan tersebut
Dilakukan dengan pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
Tidak ada efek samping dalam jangka panjang, serta
Tidak mempengaruhi keadaan fungsi seksual karena tidak ada efek pada produksi hormone ovarium.

Bahkan menurut buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi terbitan BKKBN Jawa Barat, kontrasepsi tubektomi ini dapat mengurangi resiko terkena kanker ovarium (kanker rahim).

Keterbatasan:
Metode ini merupakan metode kontrasepsi permanen yang tidak dapat dipulihkan kembali, kecuali dengan operasi rekanalisasi
Anda mungkin akan menyesal di kemudian hari karena memilih metode ini. Ini bisa terjadi jika anda belum memiliki keyakinan yang benar-benar mantap memilih metode ini.
Akan mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan jangka pendek setelah dilakukan pembedahan
Risiko komplikasi dapat meningkat jika dilakukan anestesi umum
Dibutuhkan dokter spesialis ginekologi atau dokter spesialis bedah jika yang dilakukan adalah proses laparoskopi
Tidak dapat melindungi anda dari infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS.

F.Pengertian Vasektomi


Adalah tindakan operasi ringan dengan cara mengikat dan memotong saluran sperma sehingga sperma tidak dapat lewat dan air mani tidak mengandung spermatozoa, dengan demikian tidak terjadi pembuahan, operasi berlangsung kurang lebih 15 menit dan pasien tak perlu dirawat. Operasi dapat dilakukan di Puskesmas, tempat pelayanan kesehatan dengan fasilitas dokter ahli bedah, pemerintah dan swasta, dan karena tindakan vasektomi murah dan ringan sehingga dapat dilakukan di lapangan.


Vasektomi dilakukan dengan cara pemotongan Vas Deferens sehingga saluran transportasi sperma terhambat dan proses penyatuan dengan ovum tidak bekerja. Seorang pria yang sudah divasektomi, volume air maninya sekitar 0,15 cc yang tertahan tidak ikut keluar bersama ejakulasi karena scrotum yang mengalirkannya sudah dibikin buntu. Sperma D.



Kelebihan dan Kekurangan Vasektomi


1.Kelebihan
• Teknik operasi kecil yang sederhana dapat dikerjakan kapan saja.

• Komplikasi yang dijumpai sedikit dan ringan

• Biaya murah dan terjangkau oleh masyarakat

• vasektomi akan mengalami klimaktorium dalam suasana alami (Manuaba, 1998)
• Baik yang dilakukan pada laki-laki yang tidak ingin punya anak.

• Vasektomi lebih murah dan lebih sedikit komplikasi dari sterilisasi tubulus.
• Laki-laki memiliki kesempatan untuk mengubah kontrasepsi dengan istrinya.
• Tidak mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menikmati hubungan seksual.


2. Kekurangan


Cara ini tidak langsung efektif, perlu menunggu beberapa waktu setelah benar-benar sperma tidak ditemukan berdasarkan analisa sperma.


• Masih merupakan tindakan operasi maka pria masih merasa takut.

• Beberapa laki-laki takut vasektomi akan mempengaruhi kemampuan seks atau menyebabkan masalah ereksi.

• Ada sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan beberapa hari setelah operasi, rasa sakit ini biasanya dapat lega oleh konsumsi obat-obatan lembut.

• Seringkali harus melakukan dengan kompres es selama 4 jam untuk mengurangi pembengkakan, perdarahan dan rasa tidak nyaman dan harus memakai celana yang dapat mendukung skrotum selama 2 hari.

• Pasien diminta untuk memakai kondom terlebih dahulu untuk membersihkan tabung dari sisa sperma yang ada. Untuk mengetahui yang steril atau tidak, pemeriksaan mikroskopis biasanya dilakukan 20-30 kali setelah ejakulasi.

• Vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual termasuk HIV.
• Penyesalan setelah vasektomi lebih besar jika orang itu masih di bawah usia 25 tahun, telah terjadi perceraian atau anak yang meninggal.

• Dibutuhkan 1-3 tahun untuk benar-benar menentukan apakah vasektomi dapat bekerja efektif 100 persen atau tidak.

Walaupun vasektomi dinilai paling efektif untuk mrngontrol kesuburan pria namun masih mungkin di jumpai suatu kegagalan.

Vasektomi dianggap gagal bila:


• Pada analisis sperma setelah 3 bulan pascavasektomi atau setelah 15 – 20 kali ejakulasi masih dijumpai spermatozoa.

• Dijumpai spermatozoa setelah sebelumnya azoosperma

• Istri ( pasangan ) hamil.yang sudah dibentuk tidak akan dikeluarkan oleh tubuh, tetapi diserap & dihancurkan oleh tubuh.

G.Pandangan ulama tentang KB

Keluarga berencana termasuk masalah yang kontroversional sehingga tidak ditemukan bahasannya oleh imam-imam madzhab. Secara umum, hingga kini di kalangan umat Islam masih ada dua kubu antara yang membolehkan keluarga berencana dan yang menolak keluarga berencana. Ada beberapa alasan dari para ulama yang memperbolehkan keluarga berencana, diantaranya dari segi kesehatan ibu dan ekonomi keluarga. Selain itu, program keluarga berencana juga didukung oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui, sejak 1970,

program keluarga berencana nasional telah meletakkan dasar-dasar mengenai pentingnya perencanaan dalam keluarga. Intinya, tentu saja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak. Di lain pihak, beberapa ulama berpendapat bahwa keluarga berencana itu haram. jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh.

Tetapi keluarga berencana diperbolehkan dengan alasan-alasan tertentu misalnya untuk menjaga kesehatan ibu, mengatur jarak di antara dua kelahiran, untuk menjaga keselamatan jiwa, kesehatan atau pendidikan anak-anak. Namun keluarga berencana bisa menjadi tidak diperbolehkan apabila dilandasi dengan niat dan alasan yang salah, seperti takut miskin, takut tidak bisa mendidik anak, dan takut mengganggu pekerjaan orang tua. Dengan kata lain, penilaian tentang keluarga berencana tergantung pada individu masing-masing.

Pendapat Sayyid Sabiq dan Al Ghazali Pembatasan kelahiran diperbolehkan bagi lakilaki yang beranak banyak dan tak sanggup lagi menanggung biaya pendidikan anaknya dengan baik,”

Pandangan Muhammadiyah Tim Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui fatwafatwa tarjih menjelaskan, surah An-Nisa ayat 9 Ayat tersebut berbunyi,

“Hendaklah takut kepada Allah orangorang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid, Islam menganjurkan agar kehidupan anak-anak jangan sampai telantar sehingga menjadi tanggungan orang lain. Ayat tersebut mengingatkan agar orang tua selalu memikirkan kesejahteraan jasmani dan rohani anakanaknya.

H. Problematika KB

ü Banyak program Kb yang dicanagkan pemerintah untuk mengatur kesejahteraan penduduk namun dalam penyampaiannya kepada masyarakat luas dinilai kurang maksimal dikarenakan kurangnya masyarakat awam mengenai teknologi ataupun sumbangsih pemerintah sehingga pencapaian yang dihasilkan dirasa kurang sempurna. Oleh karenanyya diperlukan suatu kesatuan antara pemerintah pusat ataupun daerah serta semua elemen masyarakat untuk lebih mensosialisasikan dan memperhatikan perjalanan program KB kusussnya pada masyarakat pedalaman agar kesejahteraan bersama dapat tercapai.

ü Banyaknya penyelewengan terhadap adanya alat kontrasepsi (kondom) yang kini mudah ditemukan di berbagai tempat. Penyelewengan ini biasanya dilakukan oleh merek-mereka yang ingin melakukan hubungan diluar nikah tanpa harus menanggung hal buruk yang akan terjadi semisal hamil dsb. Hal ini sudah pasti menentang ajaran agama karena telah memudahkan jalannya perzinaan dan menyebabkan semakin terpuruknya moral generasi bangsa.

ü Semakin banyaknya teknologi terkait KB semakin banyak pula resiko yang harus ditanggung dari setiap alat kontrasespsi yang ada. Semisal ada alat kontrasepsi yang bisa mencegah kehamilan dalam waktu lama maka resiko buruk pun akan mudah diterima oleh mereka. Oleh karenanya diperlukan kewaspdaan kusus bagi mereka yang ingin melaksanakan program KB hendaknya benar-benar memilih dan tau akibat terburuk yang akan diterima dari alat yang dia gunakan.

ü Tingkat keimanan teramat dibutuhkan dalam setiap indakan, tidak terkecuali KB. Tanpa keimanan yang kuat seseorang bisa mengalami gelap mata sehingga apa yang dia lakukan hanyalah sebuah kesenangan semata semisal menggunakan alat kontrsepsi agar tidak mempunyai keturunan sama sekali dan agar hidup suami istri hanay berdua selamanyya tanpa ada tanggungan menafkahi anak. Hal ini hendaknya tidak dilakukan oleh orang muslim karena penerus generasi muslim dalah anak turun muslim sendiri dan Rasul pun menyukai mereka-mereka yang memiliki keturunan.

















BAB III

PENUTUP

A,kesimpulan

Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga

Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim.

Macam-macam alat kontrasepsi diantaranya:

ü Kontrasepsi hormonal

ü Kontrasepsi oral kombinasi

ü Kontrasepsi oral progestin (pil)

ü Kontrasepsi suntikan progestin

ü Kontrasepsi suntikan estrogen-progesteron

ü Implant progestin

ü Kontrasepsi Patch

ü Kondom (pria dan wanita)

ü Diafragma dan cervical cap

ü IUD (spiral)

ü Ritmik

ü Amenorea menyusui

ü Kontrasepsi darurat

ü Kontrasepsi untuk wanita usia lanjut

Pendapat ulama tentang KB: Keluarga berencana diperbolehkan dengan alasan-alasan tertentu misalnya untuk menjaga kesehatan ibu, mengatur jarak di antara dua kelahiran, untuk menjaga keselamatan jiwa, kesehatan atau pendidikan anak-anak. Namun keluarga berencana bisa menjadi tidak diperbolehkan apabila dilandasi dengan niat dan alasan yang salah, seperti takut miskin, takut tidak bisa mendidik anak, dan takut mengganggu pekerjaan orang tua. Dengan kata lain, penilaian tentang keluarga berencana tergantung pada individu masing-masing.





Daftar pustaka

PKMI. 1987. Sistem Pelayanan Konseling Kontrasepsi Mantap. Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI). Jakarta

Astagina. 2008. Vasektomi (Kontrasepsi Pria). UFUK Press: Jakarta.

Wahid, Dian Ibnu. 2008. Vasektomi (membikin anak tanpa harus menghasilkan anak). Dian Pustaka: Jogjakarta.

Keluarga: KBBI. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka, 2002





BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Dewasa ini banyak ditemukan teknologi-teknologi canggih guna penapaian tujuan pemerinyah yanki menciptakan kesejahteraan masyarakatnya yang salah satu diantaranya adalah program KB. Dalam pelaksanaan program inipun banyak ditemukan pro kontra antara pihak yang mensetujui atapun tidak dengan program ini.

Oleh karenannya kami membahas fenomena ini dalam suatu makalah, semoga makalah kami ini bermanfaat bagi kami kussunya dan semua pihak pada umumnya.



B. Rumusan masalah

- Apa pengertian KB?

- Apa saja jenis-jenis alat kontrasepsi?

- Bagaimana pendapat ulama’ akan adanya KB?

C. Tujuan penulisan

- Mengetahui pengertian dan makna KB secara mendalam

- Mengetahui jenis-jenis alat kontraseps yang sering digunakan dalam masyarakat umum

- Mengetahui pendapat ulama atau tokoh-tokoh agama terkait dengan diperbolehkan atau tidaknya KB





BAB II

Pembahasan

A. Pengertian KB

Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga. Berdasarkan penelitian, terdapat 3.6 juta kehamilan tidak direncanakan setiap tahunnya di Amerika Serikat, separuh dari kehamilan yang tidak direncanakan ini terjadi karena pasangan tersebut tidak menggunakan alat pencegah kehamilan, dan setengahnya lagi menggunakan alat kontrasepsi tetapi tidak benar cara penggunaannya.



B. Metode kontrasepsi

Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim. Kontrasepsi dapat reversible (kembali) atau permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.

Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik seperti IUD; atau metode hormonal seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi.

Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan. Sayangnya, tidak ada metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan seksual), yang efektif mencegah kehamilan 100%.

Seorang wanita dapat tetap menjadi hamil bila :
Menyusui
Saat pertama kali berhubungan seksual
Posisi apapun dalam berhubungan seks
Bila wanita tidak orgasme
Memakai douches (memasukkan cairan kimia atau spermisida ke dalam vagina)


C. Macam-macam kontrasepsi

1. Kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi ini tersedia dalam bentuk oral, suntikan, dan mekanik. Kontrasepsi oral adalah kombinasi dari hormon estrogen dan progestin atau hanya progestin-mini pil. Suntikan dan kontrasepsi implant (mekanik) mengandung progestin saja atau kombinasi progestin dan estrogen

2. Kontrasepsi oral kombinasi

mengandung sintetik estrogen dan preparat progestin yang mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH dan FSH, mempertebal lendir mukosa servikal (leher rahim), dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Pil kombinasi ada yang memiliki estrogen dosis rendah dan ada yang mengandung estrogen dosis tinggi. Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat tertentu (terutama obat epilepsy).

Selain untuk kontrasepsi, oral kombinasi dapat digunakan untuk menangani dismenorea (nyeri saat haid), menoragia, dan metroragia. Oral kombinasi tidak direkomendasikan untuk wanita menyusui, sampai minimal 6 bulan setelah melahirkan. Pil kombinasi yang diminum oleh ibu menyusui bisa mengurangi jumlah air susu dan kandungan zat lemak serta protein dalam air susu. Hormon dari pil terdapat dalam air susu sehingga bisa sampai ke bayi. Karena itu untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan tablet yang hanya mengandung progestin, yang tidak mempengaruhi pembentukan air susu.

Wanita yang tidak menyusui harus menunggu setidaknya 3 bulan setelah melahirkan sebelum memulai oral kombinasi karena peningkatan risiko terbentuknya bekuan darah di tungkai. Apabila 1 pil lupa diminum, 2 pil harus diminum sesegera mungkin setelah ingat, dan pack tersebut harus dihabiskan seperti biasa. Bila 2 atau lebih pil lupa diminum, maka pack pil harus tetap dihabiskan dan metode kontrasepsi lain harus digunakan, seperti halnya adanya kondom yang digunakan untuk mencegah kehamilan.

Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu setelah persalinan, maka pil KB bisa langsung digunakan. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu, maka harus menunggu 1 minggu sebelum pil KB mulai digunakan, sedangkan jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu, harus menunggu 2 sekitar minggu sebelum penggunaan pil Kb kembali dilakukan.

Pil KB tidak berpengaruh terhadap obat lain, tetapi obat lain (terutama obat tidur dan antibiotik) bisa menyebabkan berkurangnya efektivitas dari pil KB. Obat anti-kejang (fenitoin dan fenobarbital) bisa menyebabkan meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita yang biasa mengkonsumsi atau menggunakan pil KB.

· Beberapa kondisi dimana kontrasepsi oral kombinasi tidak boleh diigunakan pada wanita yaitu:
menyusui atau kurang dari 6 minggu setelah melahirkan
usia >35 tahun dan merokok 15 batang sehari
faktor risiko multipel untuk penyakit jantung (usia tua, merokok, diabetes, hipertensi)
tekanan darah sistolik ≥ 160 atau TD diastolik ≥ 100 mmHg
riwayat trombosis vena dalam atau emboli paru
operasi besar dengan istirahat lama di tempat tidur
riwayat sakit jantung iskemik
stroke
penyakit jantung katup komplikasi
migrain dengan gejala neurologi fokal (dengan aura)
migrain tanpa gejala neurologi fokal dan usia = 35 tahun
riwayat kanker payudara
diabetes dengan nefropati, retinopati, neuropati, penyakit vaskular, atau diabetes > 20 tahun
sirosis berat
kanker hati

ü Beberapa fakta terkait alat kontrasepsi oral kombinasi

Keuntungan : sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat

Kerugian: tidak direkomendasikan untuk menyusui, tidak melindungi dari Penyakit Menular Seksual (PMS), harus diminum setiap hari, membutuhkan resep dokter

Efek samping local: mual, nyeri tekan pada payudara, sakit kepala

Efek samping: perdarahan tidak teratur (umumnya menghilang setelah 3 bulan pemakaian), meningkatkan tekanan darah (dapat kembali normal bila oral kombinasi dihentikan), bekuan darah pada vena tungkai (3-4 kali pada pil KB dosis tinggi), meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, risiko stroke (pada wanita usia > 35 tahun)

Pengembalian kesuburan: ketika dihentikan maka kesuburan akan kembali seperti semula. Kesuburan ini bervariasi, dalam waktu 3-12 bulan setelah dihentikan maka tidak ada perbedaan kesuburan antara wanita yang memakai kontrasepsi oral dan yang tidak.

3) Kontrasepsi oral progestin (pil)

mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan silia saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Keefektifan berkurang bila pil tidak diminum di waktu yang sama setiap harinya. Kontrasepsi ini diberikan pada wanita yang menginginkan kontrasepsi oral namun tidak bisa menggunakan oral kombinasi karena pengaruh estrogen dapat membahayakan, misalnya pada wanita yang sedang menyusui.

ü Beberapa fakta terkait kontrasepsi oral progestin

Efektivitas: kehamilan terjadi pada 0,5 – 5 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : mula kerja cepat (24 jam setelah pemakaian pil), menurunkan kejadian menoragia dan anemia. Dapat digunakan pada wanita menyusui. Mencegah terjadinya kanker endometrium, tidak memiliki efek samping yang berkaitan dengan estrogen (bekuan darah di vena tungkai)

Kerugian: harus diminum di waktu yang sama setiap hari, kurang efektif dibandingkan oral kombinasi, membutuhkan resep dokter

Efek samping: penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi

Pengembalian kesuburan cepat ketika pil dihentikan



4) Kontrasepsi suntikan progestin

mencegah kehamilan dengan mekanisme yang sama seperti progestin pil namun kontrasepsi ini menggunakan suntikan intramuskular (dalam otot ). Yang sering digunakan adalah medroxyprogesterone asetat (Depo-Provera), 150 mg yang diberikan setiap 3 bulan.

ü Beberapa kata yang terkait dengan kontrasepsi suntikan progestin

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 0,3 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : mula kerja cepat dan sangat efektif, bekerja dalam waktu lama, tidak mengganggu menyusui, dapat dipakai segera setelah keguguran atau setelah masa nifas,

Kerugian : suntikan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan secara teratur, tidak melindungi dari PMS,

Efek samping local : peningkatan berat badan, rambut rontok

Efek samping : tulang menjadi keropos, kelainan metabolisme lemak, ketidakteraturan menstruasi termasuk menometroragi (umumnya beberapa bulan pertama) dan amenorea ( 1 tahun pertama), jika pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun

Pengembalian kesuburan 5-7 bulan setelah penghentian suntikan

5)Kontrasepsi suntikan estrogen-progesteron

suntikan ini diberikan secara intramuskular setiap bulan, mengandung 25 mg depo medroxyprogesteron asetat dan 5 mg estradiol cypionat. Mekanisme kerja, efek samping, kriteria, dan keamanan sama seperti kontrasepsi oral kombinasi. Siklus menstruasi terjadi lebih stabil setiap bulan. Pengembalian kesuburan tidak selama kontrasepsi suntikan progestin.

6) Implant progestin

kapsul plastik, tipis, fleksibel, yang mengandung 36mg levonorgestrel yang dimasukkan ke dalam kulit lengan wanita. Setelah diberi obat bius, dibuat sayatan dan dengan bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. Tidak perlu dilakukan penjahitan.
Kapsul ini melepaskan progestin ke dalam aliran darah secara perlahan dan biasanya dipasang selama 5 tahun. Mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Kontrasepsi ini efektif dalam waktu 48 jam setelah diimplan dan efektif selama 5-7 tahun.

ü Beberapa fakta terkait Implant progestin

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 0,05 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : sangat efektif, bekerja untuk jangka waktu lama

Kerugian : membutuhkan prosedur operasi kecil untuk pemakaian dan pelepasan, tidak melindungi dari PMS

Efek samping lokal : sakit kepala, payudara menjadi keras, peningkatan berat badan, kerontokan rambut, jerawat, perubahan mood

Efek samping : gangguan metabolisme lemak, hirsutisme, gangguan menstruasi (memanjang, tidak teratur)

Kesuburan baru kembali 1 bulan setelah kapsul diambil

7)Kontrasepsi Patch

Patch ini didesain untuk melepaskan 20µg ethinyl estradiol dan 150 µg norelgestromin. Mencegah kehamilan dengan cara yang sama seperti kontrasepsi oral (pil). Digunakan selama 3 minggu, dan 1 minggu bebas patch untuk siklus menstruasi. 1. Kontrasepsi Barrier (penghalang)

8) Kondom (pria dan wanita) à metode yang mengumpulkan air mani dan sperma di dalam kantung kondom dan mencegahnya memasuki saluran reproduksi wanita. Kondom pria harus dipakai setelah ereksi dan sebelum alat kelamin pria penetrasi ke dalam vagina separuh bagian penis yang ereksi. Tidak boleh terlalu ketat (ada tempat kosong di ujung untuk menampung sperma). Kondom harus dilepas setelah ejakulasi.


Cara pemakaian kondom :
Gunakan kondom seiap kali berhubungan seksual
Buka kondom secara perlahan untuk mencegah kerusakan (jangan menggunakan gigi atau benda tajam)
Pasang kondom dalam keadaan penis ereksi dan sebelum kontak dengan pasangan
Pastikan tidak ada udara yang terjebak di ujung kondom
Pastikan penggunaan pelumas yang cukup (dapat menggunakan pelumas tambahan)
Gunakan hanya pelumas dengan bahan dasar air ketika menggunakan kondom (pelumas dengan bahan dasar minyak dapat melemahkan lateks)
Pegang kondom dengan hati-hati setelah ejakulasi, dan untuk mencegah terlepasnya kondom, keluarkan kondom dari vagina dalam keadaan penis ereksi

Efktivitas : kehamilan terjadi pada 3-14 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama.

Keuntungan : dapat digunakan selama menyusui, satu-satunya kontrasepsi yang mencegah PMS, infeksi GO, klamidia

Kerugian : kegagalan tinggi bila tidak digunakan dengan benar, alergi lateks pada orang yang sensitif

9) Diafragma dan cervical cap

Kontrasepsi penghalang yang dimasukkan ke dalam vagina dan mencegah sperma masuk ke dalam saluran reproduksi. Diafragma terbuat dari lateks atau karet dengan cincin yang fleksibel. Diafragma diletakkan posterior dari simfisis pubis sehingga serviks (leher rahim) tertutupi semuanya. Diafragma harus diletakkan minimal 6 jam setelah senggama. Cervical cap (penutup serviks) adalah kop bulat yang diletakkan menutupi leher rahim dengan perlekatan di bagian forniks. Terbuat dari karet dan harus tetap di tempatnya lebih dari 48 jam.



Efektivitas : kehamilan terjadi pada 6-40 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama


Keuntungan : dapat digunakan selama menyusui, tidak ada risiko gangguan kesehatan, melindungi dari PMS

Kerugian : angka kegagalan tinggi, peningkatan risiko infeksi, membutuhkan evaluasi dari tenaga kesehatan, ketidaknyamanan Spermisida
Agen yang menghancurkan membran sel sperma dan menurunkan motilitas (pergerakan sperma).

10) IUD (spiral)



Fleksibel, alat yang terbuat dari plastik yang dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah kehamilan dengan cara menganggu lingkungan rahim, yang menghalangi terjadinya pembuahan maupun implantasi. Spiral jenis copper T (melepaskan tembaga) mencegah kehamilan dengan cara menganggu pergerakan sperma untuk mencapai rongga rahim dan dapat dipakai selama 10 tahun. Progestasert IUD (melepaskan progesteron) hanya efektif untuk 1 tahun dan dapat digunakan untuk kontrasepsi darurat. IUD dapat dipasang kapan saja selama periode menstruasi bila wanita tersebut tidak hamil. Untuk wanita setelah melahirkan, pemasangan IUD segera (10 menit setelah pengeluaran plasenta) dapat mencegah mudah copotnya IUD. IUD juga dapat dipasang 4 minggu setelah melahirkan tanpa faktor risiko perforasi (robeknya rahim). Untuk wanita menyusui, IUD dengan progestin sebaiknya tidak dipakai sampai 6 bulan setelah melahirkan. IUD juga dapat dipasang segera setelah abortus spontan triwulan pertama, tetapi direkomendasikan untuk ditunda sampai involusi komplit setelah triwulan kedua abortus. Setelah IUD dipasang, seorang wanita harus dapat mengecek benang IUD setiap habis menstruasi. Kondisi dimana seorang wanita tidak seharusnya menggunakan IUD adalah :
Kehamilan
Sepsis
Aborsi postseptik dalam waktu dekat
Abnormalitas anatomi yang mengganggu rongga rahim
Perdarahan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya
Penyakit tropoblastik ganas
Kanker leher rahim, kanker payudara, kanker endometrium
Penyakit radang panggul

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 0,3-0,8 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : sangat efektif, bekerja cepat setelah dimasukkan ke dalam rahim. Bekerja dalam jangka waktu lama

Kerugian : risiko infeksi panggul, dismenorea (nyeri saat haid), menoragia pada bulan-bulan pertama, peningkatan risiko perforasi (robek) rahim, risiko kehamilan ektopik, IUD dapat lepas dengan sendirinya

Efek samping : nyeri, perdarahan, peningkatan jumlah darah menstruasi
Pengemb alian kesuburan cepat setelah dilepaskan



11) Ritmik



Metode ritmik adalah metode dimana pasangan suami istri menghindari berhubungan seksual pada siklus subur seorang wanita. Ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) terjadi 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam, tetapi sperma bisa bertahan selama 3-4 hari setelah melakukan hubungan seksual. Karena itu pembuahan bisa terjadi akibat hubungan seksual yang dilakukan 4 hari sebelum ovulasi.

Macam-macam retmik

1. Metode ritmik kalender merupakan metode dimana pasangan menghindari berhubungan seksual selama periode subur wanita berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sperma untuk bertahan di saluran reproduksi wanita. Periode subur seorang wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek – 18) dan (siklus menstruasi terpanjang - 11)

Contoh: bila siklus terpendek seorang wanita adalah 25 hari, dan siklus terpanjangnya 29 hari, maka periode suburnya adalah (25 – 18) dan (29 – 11) yang berarti hubunan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-18 setelah menstruasi.

2. Metode lendir serviks adalah metode mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Periode subur ditandai dengan lendir yang jernih, encer, dan licin. Abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual) diperlukan selama menstruasi, setiap hari selama periode preovulasi (berdasarkan lendir serviks), dan sampai waktu lendir masa subur muncul sampai 3 hari setelah lendir masa subur itu berhenti.


3. Metode pengukuran suhu tubuh berdasarkan perubahan temperatur. Pengukuran dilakukan pada suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur. Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° Celsius) setelah ovulasi. Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan sejak hari pertama menstruasi sampai 3 hari setelah kenaikan dari temperatur.



Efektivitas : kehamilan terjadi pada 9-25 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama
Keuntungan: tidak ada efek samping gangguan kesehatan,ekonomis
Kerugian : angka kegagalan tinggi, tidak melindungi dari PMS, menghambat spontanitas, membutuhkan siklus menstruasi teratur

11) Penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi

Disebut juga coitus interruptus. Pada metode ini, pria mengeluarkan/menarik penisnya dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi (pelepasan sperma ketika mengalami orgasme).
Metode ini kurang dapat diandalkan karena sperma bisa keluar sebelum orgasme juga memerlukan pengendalian diri yang tinggi serta penentuan waktu yang tepat.

12) Amenorea menyusui

Selama menyusui, penghisapan air susu oleh bayi menyebabkan perubahan hormonal dimana hipotalamus mengeluarkan GnRH yang menekan pengeluaran hormone LH dan menghambat ovulasi. Ini adalah metode yang efektif bila kriteria terpenuhi : menyusui setiap 4 jam pada siang hari, dan setiap 6 jam pada malam hari. Makanan tambahan hanya diberikan 5-10% dari total.


Efektivitas : kehamilan terjadi pada 2 per 100 wanita pada 6 bulan setelah melahirkan, 6 per 100 wanita setelah 6-12 bulan setelah melahirkan

Keuntungan : pencegahan kehamilan segera setelah melahirkan, tidak mengganggu kesehatan, ekonomis, merangsang seorang wanita untuk menyusui

Kerugian : tidak sepenuhnya efektif, harus memenuhi criteria, tidak melindungi dari PMS



13) Kontrasepsi darurat

Kontrasepsi darurat hormonal à estrogen dosis tinggi atau progestin diberikan dalam waktu 72 jam setelah senggama tidak terproteksi, dengan cara kerja mencegah ovulasi dan menyebabkan perubahan di endometrium. 4 pil kombinasi yang mengandung 30-35μg ethinyl estradiol, diulangi 12 jam kemudian. 2 pil kombinasi mengandung 50μg levonorgestrel, diulangi 12 jam kemudian. Tidak boleh digunakan pada wanita yang alergi kontrasepsi pil hormonal. Tidak boleh digunakan sebagai kontrasepsi rutin.

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 2 per 100 wanita pada bila digunakan dalam waktu 72 jam

Keuntungan : sangat efektif untuk situasi darurat

Kerugian : mual hebat dan perdarahan

Kontrasepsi darurat IUD à dimasukkan 5 hari setelah senggama tidak terproteksi untuk mengganggu implantasi, kehamilan terjadi kurang dari 1 per 100 wanita bila dimasukkan dalam waktu 5 hari




Teknik sterilisasi lainnya yang kadang digunakan pada wanita adalah histerektomi (pengangkatan rahim) dan ooforektomi (pengangkatan ovarium/indung telur).

14) Kontrasepsi untuk wanita usia lanjut

Semakin bertambah usia maka terdapat perubahan dari periode menstruasi. Ketika darah haid akhirnya berhenti, maka seorang wanita memasuki masa menopause. Bagaimanapun juga, kontrasepsi sebaiknya digunakan sampai wanita tidak mendapatkan menstruasi atau darah haid selama 2 tahun jika usia kurang dari 50 tahun atau 1 tahun jika usia lebih dari 50 tahun

v Gambar gambar alat kontrasepsi















E.Pengertian Tubektomi

proses sterilisasi dengan cara mengikat atau memotong salah satu bagian rahim, yaitu saluran telur (tuba falopii).

Berdasarkan cara atau metodenya, tubektomi ini dibedakan menjadi dua yaitu minilaparotomi dan laparoskopi. Minilaparotomi adalah tindakan operatif diagnostik atau klinik terapeutik dengan melakukan sayatan kecil (1,5–3 sentimeter) pada dinding perut. sedangkan laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan peneropongan memakai alat melalui sayatan pada dinding perut, setelah lebih dahulu dilakukan pengisian dengan udara atau gas ke dalamnya (KBBI daring).

* Yang boleh ber-KB tubektomi

Siapa saja yang boleh tubektomi? Berikut adalah syarat-syaratnya:
Perempuan usia diatas 26 tahun
Memiliki keturunan lebih dari dua
Sudah memiliki keinginan dan keyakinan untuk tidak menambah anak lagi
Perempuan yang jika hamil, akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius dan membahayakan.
Memahami prosedur dan tindakan tubektomi, serta sukarela setuju dengan prosedur tubektomi.

* Yang tidak boleh ber-KB tubektomi

Siapa saja yang sebaiknya tidak boleh menjalani tubektomi? ini dia:
Perempuan yang sedang hamil atau terdeteksi hamil
Terjadi perdarahan vaginal yang belum jelas penyebabnya. Harus ada pemeriksaan jika terjadi hal ini.
Terjadi infeksi daerah pelvik ataupun di daerah rahim yang akut, hingga disembuhkan terlebih dahulu.
Perempuan yang tidak boleh menjalani proses pembedahan
Belum memiliki keyakinan yang pasti tentang keinginannya melaksanakan tubektomi
Tidak memiliki izin dari suami, serta
Belum memberikan persetujuan tertulis.

- Manfaat dan keterbatasan tubektomi

Sebelum anda mengambil keputusan tentang tubektomi, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa manfaat dan bagaimana keterbatasan dari tubektomi ini. berikut adalah manfaat dan keterbatasan tubektomi.

Manfaat:
Sangat efektif, karena merupakan metode kontrasepsi permanen.
Tidak mempengaruhi proses pemberian ASI
Tidak bergantung pada faktor senggama
Akan lebih bermanfaat bagi anda yang memiliki riwayat kehamilan beresiko karena akan terhindar dari keadaan tersebut
Dilakukan dengan pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
Tidak ada efek samping dalam jangka panjang, serta
Tidak mempengaruhi keadaan fungsi seksual karena tidak ada efek pada produksi hormone ovarium.

Bahkan menurut buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi terbitan BKKBN Jawa Barat, kontrasepsi tubektomi ini dapat mengurangi resiko terkena kanker ovarium (kanker rahim).

Keterbatasan:
Metode ini merupakan metode kontrasepsi permanen yang tidak dapat dipulihkan kembali, kecuali dengan operasi rekanalisasi
Anda mungkin akan menyesal di kemudian hari karena memilih metode ini. Ini bisa terjadi jika anda belum memiliki keyakinan yang benar-benar mantap memilih metode ini.
Akan mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan jangka pendek setelah dilakukan pembedahan
Risiko komplikasi dapat meningkat jika dilakukan anestesi umum
Dibutuhkan dokter spesialis ginekologi atau dokter spesialis bedah jika yang dilakukan adalah proses laparoskopi
Tidak dapat melindungi anda dari infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS.

F.Pengertian Vasektomi


Adalah tindakan operasi ringan dengan cara mengikat dan memotong saluran sperma sehingga sperma tidak dapat lewat dan air mani tidak mengandung spermatozoa, dengan demikian tidak terjadi pembuahan, operasi berlangsung kurang lebih 15 menit dan pasien tak perlu dirawat. Operasi dapat dilakukan di Puskesmas, tempat pelayanan kesehatan dengan fasilitas dokter ahli bedah, pemerintah dan swasta, dan karena tindakan vasektomi murah dan ringan sehingga dapat dilakukan di lapangan.


Vasektomi dilakukan dengan cara pemotongan Vas Deferens sehingga saluran transportasi sperma terhambat dan proses penyatuan dengan ovum tidak bekerja. Seorang pria yang sudah divasektomi, volume air maninya sekitar 0,15 cc yang tertahan tidak ikut keluar bersama ejakulasi karena scrotum yang mengalirkannya sudah dibikin buntu. Sperma D.



Kelebihan dan Kekurangan Vasektomi


1.Kelebihan
• Teknik operasi kecil yang sederhana dapat dikerjakan kapan saja.

• Komplikasi yang dijumpai sedikit dan ringan

• Biaya murah dan terjangkau oleh masyarakat

• vasektomi akan mengalami klimaktorium dalam suasana alami (Manuaba, 1998)
• Baik yang dilakukan pada laki-laki yang tidak ingin punya anak.

• Vasektomi lebih murah dan lebih sedikit komplikasi dari sterilisasi tubulus.
• Laki-laki memiliki kesempatan untuk mengubah kontrasepsi dengan istrinya.
• Tidak mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menikmati hubungan seksual.


2. Kekurangan


Cara ini tidak langsung efektif, perlu menunggu beberapa waktu setelah benar-benar sperma tidak ditemukan berdasarkan analisa sperma.


• Masih merupakan tindakan operasi maka pria masih merasa takut.

• Beberapa laki-laki takut vasektomi akan mempengaruhi kemampuan seks atau menyebabkan masalah ereksi.

• Ada sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan beberapa hari setelah operasi, rasa sakit ini biasanya dapat lega oleh konsumsi obat-obatan lembut.

• Seringkali harus melakukan dengan kompres es selama 4 jam untuk mengurangi pembengkakan, perdarahan dan rasa tidak nyaman dan harus memakai celana yang dapat mendukung skrotum selama 2 hari.

• Pasien diminta untuk memakai kondom terlebih dahulu untuk membersihkan tabung dari sisa sperma yang ada. Untuk mengetahui yang steril atau tidak, pemeriksaan mikroskopis biasanya dilakukan 20-30 kali setelah ejakulasi.

• Vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual termasuk HIV.
• Penyesalan setelah vasektomi lebih besar jika orang itu masih di bawah usia 25 tahun, telah terjadi perceraian atau anak yang meninggal.

• Dibutuhkan 1-3 tahun untuk benar-benar menentukan apakah vasektomi dapat bekerja efektif 100 persen atau tidak.

Walaupun vasektomi dinilai paling efektif untuk mrngontrol kesuburan pria namun masih mungkin di jumpai suatu kegagalan.

Vasektomi dianggap gagal bila:


• Pada analisis sperma setelah 3 bulan pascavasektomi atau setelah 15 – 20 kali ejakulasi masih dijumpai spermatozoa.

• Dijumpai spermatozoa setelah sebelumnya azoosperma

• Istri ( pasangan ) hamil.yang sudah dibentuk tidak akan dikeluarkan oleh tubuh, tetapi diserap & dihancurkan oleh tubuh.

G.Pandangan ulama tentang KB

Keluarga berencana termasuk masalah yang kontroversional sehingga tidak ditemukan bahasannya oleh imam-imam madzhab. Secara umum, hingga kini di kalangan umat Islam masih ada dua kubu antara yang membolehkan keluarga berencana dan yang menolak keluarga berencana. Ada beberapa alasan dari para ulama yang memperbolehkan keluarga berencana, diantaranya dari segi kesehatan ibu dan ekonomi keluarga. Selain itu, program keluarga berencana juga didukung oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui, sejak 1970,

program keluarga berencana nasional telah meletakkan dasar-dasar mengenai pentingnya perencanaan dalam keluarga. Intinya, tentu saja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak. Di lain pihak, beberapa ulama berpendapat bahwa keluarga berencana itu haram. jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh.

Tetapi keluarga berencana diperbolehkan dengan alasan-alasan tertentu misalnya untuk menjaga kesehatan ibu, mengatur jarak di antara dua kelahiran, untuk menjaga keselamatan jiwa, kesehatan atau pendidikan anak-anak. Namun keluarga berencana bisa menjadi tidak diperbolehkan apabila dilandasi dengan niat dan alasan yang salah, seperti takut miskin, takut tidak bisa mendidik anak, dan takut mengganggu pekerjaan orang tua. Dengan kata lain, penilaian tentang keluarga berencana tergantung pada individu masing-masing.

Pendapat Sayyid Sabiq dan Al Ghazali Pembatasan kelahiran diperbolehkan bagi lakilaki yang beranak banyak dan tak sanggup lagi menanggung biaya pendidikan anaknya dengan baik,”

Pandangan Muhammadiyah Tim Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui fatwafatwa tarjih menjelaskan, surah An-Nisa ayat 9 Ayat tersebut berbunyi,

“Hendaklah takut kepada Allah orangorang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid, Islam menganjurkan agar kehidupan anak-anak jangan sampai telantar sehingga menjadi tanggungan orang lain. Ayat tersebut mengingatkan agar orang tua selalu memikirkan kesejahteraan jasmani dan rohani anakanaknya.

H. Problematika KB

ü Banyak program Kb yang dicanagkan pemerintah untuk mengatur kesejahteraan penduduk namun dalam penyampaiannya kepada masyarakat luas dinilai kurang maksimal dikarenakan kurangnya masyarakat awam mengenai teknologi ataupun sumbangsih pemerintah sehingga pencapaian yang dihasilkan dirasa kurang sempurna. Oleh karenanyya diperlukan suatu kesatuan antara pemerintah pusat ataupun daerah serta semua elemen masyarakat untuk lebih mensosialisasikan dan memperhatikan perjalanan program KB kusussnya pada masyarakat pedalaman agar kesejahteraan bersama dapat tercapai.

ü Banyaknya penyelewengan terhadap adanya alat kontrasepsi (kondom) yang kini mudah ditemukan di berbagai tempat. Penyelewengan ini biasanya dilakukan oleh merek-mereka yang ingin melakukan hubungan diluar nikah tanpa harus menanggung hal buruk yang akan terjadi semisal hamil dsb. Hal ini sudah pasti menentang ajaran agama karena telah memudahkan jalannya perzinaan dan menyebabkan semakin terpuruknya moral generasi bangsa.

ü Semakin banyaknya teknologi terkait KB semakin banyak pula resiko yang harus ditanggung dari setiap alat kontrasespsi yang ada. Semisal ada alat kontrasepsi yang bisa mencegah kehamilan dalam waktu lama maka resiko buruk pun akan mudah diterima oleh mereka. Oleh karenanya diperlukan kewaspdaan kusus bagi mereka yang ingin melaksanakan program KB hendaknya benar-benar memilih dan tau akibat terburuk yang akan diterima dari alat yang dia gunakan.

ü Tingkat keimanan teramat dibutuhkan dalam setiap indakan, tidak terkecuali KB. Tanpa keimanan yang kuat seseorang bisa mengalami gelap mata sehingga apa yang dia lakukan hanyalah sebuah kesenangan semata semisal menggunakan alat kontrsepsi agar tidak mempunyai keturunan sama sekali dan agar hidup suami istri hanay berdua selamanyya tanpa ada tanggungan menafkahi anak. Hal ini hendaknya tidak dilakukan oleh orang muslim karena penerus generasi muslim dalah anak turun muslim sendiri dan Rasul pun menyukai mereka-mereka yang memiliki keturunan.

















BAB III

PENUTUP

A,kesimpulan

Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga

Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim.

Macam-macam alat kontrasepsi diantaranya:

ü Kontrasepsi hormonal

ü Kontrasepsi oral kombinasi

ü Kontrasepsi oral progestin (pil)

ü Kontrasepsi suntikan progestin

ü Kontrasepsi suntikan estrogen-progesteron

ü Implant progestin

ü Kontrasepsi Patch

ü Kondom (pria dan wanita)

ü Diafragma dan cervical cap

ü IUD (spiral)

ü Ritmik

ü Amenorea menyusui

ü Kontrasepsi darurat

ü Kontrasepsi untuk wanita usia lanjut

Pendapat ulama tentang KB: Keluarga berencana diperbolehkan dengan alasan-alasan tertentu misalnya untuk menjaga kesehatan ibu, mengatur jarak di antara dua kelahiran, untuk menjaga keselamatan jiwa, kesehatan atau pendidikan anak-anak. Namun keluarga berencana bisa menjadi tidak diperbolehkan apabila dilandasi dengan niat dan alasan yang salah, seperti takut miskin, takut tidak bisa mendidik anak, dan takut mengganggu pekerjaan orang tua. Dengan kata lain, penilaian tentang keluarga berencana tergantung pada individu masing-masing.





Daftar pustaka

PKMI. 1987. Sistem Pelayanan Konseling Kontrasepsi Mantap. Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI). Jakarta

Astagina. 2008. Vasektomi (Kontrasepsi Pria). UFUK Press: Jakarta.

Wahid, Dian Ibnu. 2008. Vasektomi (membikin anak tanpa harus menghasilkan anak). Dian Pustaka: Jogjakarta.

Keluarga: KBBI. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka, 2002

Post a Comment