psikologi : fungsi jiwa

blogger templates
FUNGSI JIWA

A. Pengamatan

Arti dan fungsi pengamatan

Gejala mengenal benda-benda sekitar dg mempergunakn alat indra disebut pengamatan. Sifat hidup dari suatu organ ialah sensitifthdp dunia luar. Makin tinggi tingkat hidup organ it makin sempurna pula cara mereka berinteraksi denga dunia sekitar. jadi, secara sederhana pengamatan dapat diartikan suatu bentuk pergaulan seseorngdg dunia sekitar denga perantara indra.

Menurut woodworth (1957) “observing is the process of knowing the environment by mean of the sens. Two step in observation are attention and perception.”

Selanjutnya oleh woodworth dikatakn: “perception is the process of objects and objective facts on the basis stimuli from the objects which affect the senses.”

Persepsi merupakn proses akhir dari pengamatan yg menyebabkan kita mempunyai pengertian ttg sitasi skrg atas dasar pengalaman kita yg lalu, sedang attention merupakn proses permulaan dari pengamatan.

Penyimpangan pengamatan.

Kadang-kadang dlm pengamatan kita mempunyai kesan yg mempunyai 2 arti. Mempunyai 2 arti ini terdapat pd arti kata yg lepas dari latar belakngnya. Kita baru tahu arti kata yg sesungguhnya kalau kita tahu letak kata tsbt dlm kalimat. Dlm peristiwa pengamatan kesalahan-kesalahan tsbt berupa:
Osilasi. Osilasi terjadi karena perhatian kita beralih alih, sehingga menyebabkan kesan yg selalu beralih-alih.
Illusi. Illusi juga terjadi karena adanya kesalahan persepsi, sehingga terjadilah kesalahan kesan.
Halusinasi. Halusinasi terjadi kalau yg bersangkutan menygka mempunyai kesan sesuatu, pdhal tdk mempunyai kesan suatu rangsang, yg sebetulnya juga tdk terdapat suatu apapun. Peristiwa yg demikian biasanya terjadi pd orngyg sedang sakit panas, mabuk, orngyg sedang berjalan dipdng pasir lihat danau yg penuh dg air jernih pdhal it hanyalah pantulan dari sinar matahari saja. Oleh Van de Berg, baygan halusinasi it dikatakn bersifat sosial.
Kamuflase. Kamuflase terjadi, apabila dlm suatu objek yg diamati dibuat sedemikian rupa sehingga rangsangan-rangsangannya menyerupai rangsang latar belakng. Gestalt akn hilang karena diperluas rangsangan-rangsangannya. Misalnya tentara berbaju hijau dari kejauhan kelihatan seperti semak saja.
Faktor-faktor yg mempengaruhi pengamatan.

Faktor-faktor yg mempengaruhi pengamatan antara lain:
Keadaan indera yg sehat dan sempurna akn sangat mempengaruhi kesempurnaan proses pengamatan.
Perhatian yg tertuju pd objeknya, akn memudahkan penerapan kekurangan perhatian yg hanya sedikit saja akn mengganggu konsentrasi, akibatnya hasil pengamatan lalu menjadi tdk sempurna.
Rangsang yg sangat lemah akn menyebabkan sukarnya pengamatan. Tetapi sebaliknya, rangsang yg terlalu kuat juga akn mengganggu pengamatan.
B. Perhatian

Perhatian merupakn syarat psikologis dlm individu mengadakn persepsi, yg merupakn langkah persiapan, yait adanya kesediaan individu untuk mengadakn persepsi. Perhatian merupakn pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yg ditjukan kpda sesuatu atau sekumpulan objek. Kalau individu sedang memperhatikan suatu benda misalnya, ini berarti seluruh aktivitas individu dicurahkan atau dikonsentrasikan kpda benda tsbt.tetapi disamping it individu juga dapat memperhatikan banyak objek sekaligus dlm suatu waktu.

Ditinjau dari segi timbulnya perhatian, perhatian dapat dibedakn atas perhatian spontan dan perhatian tdk spontan.

1) Perhatian spontan, yait perhatian yg timbul dg sendirinya, timbul dg cara spontan. Perhatian ini erat hubungannya dg minat individu. Apabila individu telah mempunyai minat thdp suatu objek, mk thdp objek it biasanya timbul perhatian yg spontan, misalnya seseorngyg mempunyai minat music, mk secara spontan perhatianya akn tertuju kpda music yg didengarnya.

2) Perhatian tdk spontan, yait perhaian yg ditimbulkan dg sengaja, karena it harus ada kemauan untuk menimbulkannya, misalnya seorngmurid mau tdk mau harus memperhatikan pelajaran sejarah, sekalipun ia tdk menyenangi karena ia harus mempelajarinya. Karena it untuk dapat mengikuti pelajaran tsbt, dg segaja harus ditimbulkan perhatainnya.

Dilihat dari banyaknya objek yg dicakup perhatian pd suatu waktu, perhatian dapat dibedakn menjadi:

1) Perhatian yg sempit, perhatian individu pd suatu waktu hanya dapat memperhatikan sedikit objek.

2) Perhatian yg luas, yait perhaatian individu yg pd suatu waktu dapatmemperhatikan banyak objek sekaligus. Misalnya, orngmelihat pasar malam.

Sehubungan dg ini perhatian dapat juga dibedakn atas perhatian terpusat dan perhatian yg terbagi-bagi.

1) Perhatian yg terpusat, yait individu pd suatu waktu hanya dapat memusatkan perhatianya pd sesuatu objek. Pd umumnya orngyg mempunyai perhatian sempit sejalan dg perhatian yg terpusat.

2) Perhatian yg terbagi-bagi, yait individu dlm suatu waktu dapat memperhatikan banyak hal atau objek.

Dilihat dari fluktuasi perhatian, mk dapat dibedakn menjadi dua:

1) Perhatian yg statis, yait individu dlm waktu yg tertentu dapat dg statis atau tetap perhatiannya tertuju kpda objek tertentu. Orngyg mempunyai perhatian semacam ini sukar memindahkan perhatiannya dari satu objek ke objek lain.

2) Perhatian yg dinamis, yait individu dapat memindahkan perhatiannya secara lincah dari satu objek ke objek lain. Orngyg mempunyai perhatian semacam ini sukar memindahkan perhatiannya dari satu objek ke objek lain.
C. Fantasi

Kesanggupan manusia untuk berfantasi yg disebut dg “imagination” memngknkan untuk menciptakn sesuatu yg baru dan belum ada. Sehingga sesuatu yg baru it merupakn suatu kreasi, meski dg jalan bagaimanapun juga. Untuk it ia harus dapat mereorganisasi tanggapan-tanggapan, ide, atau pun konsep-konsep yg dia miliki. Dlm pendapat lama fantasi diartikan sebagai sesuatu yg pasif. Menurut tanggapan lama sesuatu yg baru it terjadi karena kombinasi tanggapan-tanggapan yg sudah ada. Sedangkan dlm pandangan ilmu jiwa modern fantasi bersifat aktif, yakni menghubung-hubungkan sehingga tercipta sesuatu yg sungguh-sungguh baru.

Fantasi menurut jenisnya dapat dibedakn menjadi dua, yakni fantasi yg tdk disadari dg yg disadari. Fantasi yg tdk disadari ialah fantasi yg terjadi tanpa kita ketahui bahwa kita sedang berfantasi. Sedangkan fantasi yg disadari juga dibedakn menjadi dua yakni:
Aktif, fantasi yg disadari yg tdk dipimpin oleh akal maupun kemauan kita, contohnya saat kita melamun.
Pasif, fantasi yg disadari yg dipimpin oleh akal dan kemauan kita

Sedangkan menurut jenisnya fantasi dibedakn menjadi:
Fantasi mencipta, ialah fantasi yg menghasilkan sesuatu yg sungguh-sungguh baru.
Fantasi terpimpin, ialah fantasi yg timbul karena sesuatu perangsang dari luar dan hanya menikmatinya.
Fantasi melaksanakn, ialah fantasi yg berada diantara fantasi mencipta dan terpimpin.

Fantasi berfungsi untuk mengabstraksi, menentukan dan menghubungkan. Sedangkan kegunaannya dlm kehidupan ialah :
Para seniman dapat menciptakn sesuatu yg baru, dan kita menikmatinya
Kita dapat menempatkan diri menjadi ornglain sehingga memunculkan sikap simpati
Mengambil pelajaran dari sebuah sejarah atau pun cerita yg dibuat oleh penagrang
Kita dapat merencanakn kehidupan kita

Walaupun demikian, fantasi juga memiliki bahaya, diantaranya:
Jika seseorngsering berfantasi hal-hal yg indah karena tak tahan kesusahan hidup akn menjadikan pribadi yg mudah berputus asa dan kecewa saat menyadari kehidupannya
Mudah berbohong karena dikuasai fantasinya
Jika terlalu sering merencanakn hidup yg akn datang, seseorngakn mudah tergelincir ke rencana yg berlebihan
Fantasi yg tdk terpimpin dan tanpa penjagaan akn membawa pd fantasi yg liar dan jauh.
D. Perasaan
Pengertian Perasaan

Perasaan termasuk gejala jiwa yg dimiliki oleh semua orang, hanya corak dan tingkatannya tdk sama. Perasaan tdk termasuk gejala mengenal, walaupun demikian sering juga perasaan berhubungan dg gejala mengenal.

Perasaan merupakn suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yg kita alami dg senang atau tdk senang dlm hubungan dg peristiwa mengenal dan bersifat obyektif, jadi unsur-unsur perasaan it adlh: Bersifat subyektif daripd gejala mengenal, Bersangkut paut dg gejala mengenal, Perasaan dialami sebagai rasa senang atau tdk senang, yg tingkatannya tdk sama.

Perasaan lebih erat hubungannya dg pribadi seseorngdan berhubungan pula dg gejala-gejala jiwa yg lain. Oleh sebab it tanggapan perasaan seseorngthdp sesuatu tdk sama dg tanggapan perasaan ornglain, thdp hal yg sama. Sebagai contoh, ada dua orngbersama-sama menyaksikan suatu lukisan. Seorngdiantaranya menanggapi lukisan tsbt dg rasa senang dan kagum, singkatnya bahwa dia menilai bahwa lukisan it “bagus” seorngyg lain menanggapi lukisan tsbt dg acuh tak acuh, tampaknya lukisan tsbt tdk menarik perhatiannya.

Dg kata lain perkataan lain dia menilai lukisan it “tdk bagus”. Baik penilaian bagus atau tdk bagus kesemuanya bersifat obyektif dan subyektivitas ini berhubungan erat dg keadaan pribadi masing-masing. Karena adanya sifat subyektif pd perasaan inilah mk gejala perasaan tdk dapat disamakn dg pengamatan, fikiran dan sebagainya.

Pengenalan hanya berstandar pd hal-hal yg ada berdasarkan pd kenyataan, sedangkan perasaan sangat dipengaruhi oleh tafsiran sendiri dari orngyg mengalaminya. Perasaan tdk merupakn suatu gejala kejiwaan yg berdiri sendiri, tetapi bersangkut paut atau berhubungan erat dg gejala-gejala jiwa yg lain, antara lain dg gejala mengenal. Kadang-kadang gejala perasaan diiringi oleh peristiwa mengenal dan sebaliknya pd suatu ketika ada gejala perasaan yg menyertai peristiwa mengenal.

Gejala perasaan it sendiri tergantung pd: Keadaan jasmani, Pembawaan, Perasaan seseorng berkembang sejak ia mengalami sesuatu.

Tiap aktifitas dan pengalaman kita diliputi oleh sesuatu perasaan. Kita merasa senang atau tdk senang bila kita melakukan sesuatu,atau bila kita mengalami sesuatu. Kita menilai sesuatu berdasarkan perasaan kita dan perasaan ini menentukan untuk sebagian besar apa kita melakukan atau mengulangi sesuatu.
Sifat-Sifat Perasaan:
Perasaan yg meliputi keaktifan kita tdk merupakn suatu sifat daripd keaktifan it yg tdk berubah-ubah.
Perasaan mempengaruhi kelakuan.
Perasaan bersifat lebih subyektif daripd peristiwa jiwa lainnya.
Perasaaan umumnya tdk timbul dg sendirinya.
Perasaan mengandung penilaian.
Pembagian Perasaan
Stern membagi perasaan berdasarkan hubungannya dg waktu. Ia membedakn:

1) Perasaan skrg: kita berada skrg di dlm suatu sitasi dan mengalami sesuatu perasaan berhubung dg sitasi it.

2) Perassan yg meninjau ke depan: kita mengalami suatu perasaan yg berhubungan dg suatu yg kita alami, sesuatu yg akn terjadi, sesuatu yg kita angan-angankan.

3) Perasaan yg membalik ke belakng: kita mengalami sesuatu perasaan yg berhubungan dg sesuatu yg telah kita alami, yg sudah terjadi.
Scheler membagi perasaan berdasarkan tingkatannya. Ia membedakn:

1) Perasaan sensoris yg berbeda pd tingkatan keindahan: kita mengalami sesuatu perasaan bila kita mengindera sesuatu misalnya kita mencium bau yg busuk, kita mengecap sesuatu yg manis dan perasaan-perasaan yg berhubungan dg perangsang badani lainnya.

2) Perasaan vital yg berada pd tingkatan hidup jasmaniah; kita mengalami sesuatu perasaan yg berhubungan dg keadaan tubuh kita; kita merasa kuat,lemah,segar,tdk enak dan lain-lain, termasuk perasaan-perasaan vital ini juga perasaan yg berhubungan dg instink atau nafsu alam.

3) Perasaan psikis yg berada pd tingkatan rohani; kita mengalami sesuatu perasaan,yg tdk berhubungan lagi dg sesuatu yg bersifat jasmaniah, tetapi yg berada pd tingkatan kejiwaan kita merasa gembira sebab mengalami kemenangan,kita berduka sebab kekalahan, dan sebagainya.

4) Perasaan pribadi yg berada pd tingkatan perorangan. Semua perasaaan, begit pun juga peristiwa-peristiwa jiwa lainnya, bersifat pribadi, yaitsaya merasa sesuatu hubungan berhubungan dg sayasendiri yg berlainan dg ornglain.

5) Berdasarkan nilai-nilai hidup spranger yg kita kejar dlm hidup kita, yg mempengaruhi segala perbuatan kita, dapat perasaan-perasaan psikis it kita bagi atas perasaan intelektual, perasaan ekonomis, perasaan estetis, perasaan kuasa, perasaan sosial dan perasaan agama tergantung pd bidang manakah sesuatu yg menimbulkan perasaan puas atau tdk puas, perasaan senang atau tdk senang it berada.
Bigot Kohnstamm dan Palland mengemukakn juga dua perasaan psikis yg lain ialah: Perasaan harga diri sendiri yait perasaan yg mengiringi anggapan kita ttg kesanggupan kita. Dan Perasaan kesusilaan berhubungan dg sesuatu dlm bidang etis.

Kita bedakn pula:
Kualitet perasaan yait perasaan yg dialami sebagai senang atau tdk senang dan segala gradasi antara dua pola ini.
Intensitet perasaan yait kekuatan daripd perasaan yg kita alami.
Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Intensitet Perasaan

Faktor yg mempengaruhinya, yait:
Intensitet perasaan yg berhubungan dg pengamatan sendiri lebih besar daripd yg tdk berhubungan dg pengamatan sendiri misalnya pengamatan ornglain yg di ceritakn kpda kita.
Perasaan yg mengiringi suatu pengamatan aktual lebih kuat daripd yg mengiringi tanggapan pengamatan it atau gambaran khayalannya.
Perasaan terlebih-lebih perasaan tdk senang yg menyertai penciuman dan pengecapan lebih kuat kalau dibandingkan dg perasaan-perasaan yg menyertai penglihatan dan pendengaran.
Intensitet perasaan bergantung juga pd keadaan tubuh dan jiwa kita.
e. Intensitet perasaan berkurang bila kita mengalaminya sering kali atau terus menerus.
E. Tanggapan

Tanggapan sebagai salah satu fungsi jiwa yg pokok, dapat diartikan sebagai gambaran ingatan dari pengamatan. Jika proses pengamatan sudah berhenti dan hanya tinggal kesan-kesannya saja, peristiwa sedemikian ini disebut sebagai tanggapan. Misalnya, berupa kesan pemandangan alam yg baru kita lihat, melodi indah yg baru menggema, dan lain-lain.

Tanggapan disebut “laten” (tersembunyi, belum terungkap), apabila tanggapan tsbt ada dibawah sadar atau tdk kita sadari. Sedang tanggapan disebut “aktual” (actueel=sungguh), apabila tanggapan tsbt kita sadari.

Diantara gambar pengamatan dan gambar tanggapan ada gambar pengiring dan gambar eidetis. Gambar pengiring berlangsung singkat, yakni sesaat sesudah perangsangnya berlalu. Sedang pd gambar tanggapan, perangsangnya sudah tdk ada lagi.

Apabila tanggapan-tanggapan yg kita sadari it langsung berpengaruh pd kehidupan kejiwaan (berpikir, perasaan dan pengenalan). Mk fungsi tanggapan tadi disebut sebagai “fungsi primer”.

Perbedaan antara tanggapan dan pengamatan:
Pengamatan terikat pd tempat dan waktu, sedang pd tanggapan tdk terikat pd waktu dan tempat
Obyek pengamatan sempurna dan mendetail, sedang obyek tanggapan tdk mendetail dan kabur.
Pengamatan memerlukan perangsang, sedang pd tanggapan tdk perlu ada perangsang.

Faktor-faktor yg mempengaruhi tanggapan:
Faktor intern: Alat indra sehat dan Perhatian yg tertuju.
Faktor ekstern: Rangsang jelas dan Waktu cukup
F. Ingatan

Pengantar

Para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dg masa lampau. Dg adanya kemampuan mengingat pd manusia, hal ini menunjukkan bahwa mnusia mampu menerima, menyimpan dan menimbulkan kembali pengalaman-pengalaman yg dilaminya. Apa yg pernah dlmi manusia tdk seluruhnya hilang, tetapi disimpan dlm jiwanya, dan apabila diperlukan hal-hal yg disimpan it dpat ditimbulkan kembali dlm kesadaran. Tetapi inipun tdk berarti bahwa semua yg pernah dialami it akn tetap tinggal seluruhnya dlm ingatan dan dapat seluruyhnya ditimbulkan kembali. Kadang-kadang atau justru sering ada hal-hal yg tdk dapat diingat kembali atau dg kata lain ada hal-hal yg dilupakn. Ata hal tsbt apabila orngmembicarakn mengenai ingatan, sekaligus juga membicarakn mengenai kelupaan. Karena it ingatan merupakn kemampuan yg terbatas.

Apa yg diingat oleh manusia merupakn hal yg pernah dialami, pernah dipersepsinya. Dg demikian, apabila ditinjau lebih lanjut, ingatan it tdk hanya kemampuan untuk menyimpan apa yg pernah dialaminya saja, tetapi juga meliputi kemampuan untuk menerima, menyimpan, dan menimbulkan kembali.

Fungsi Memsukkan (Learning)

Dlm ingatan yg disimpan adlh hal-hal yg pernah dialami oleh seseorang. Bagaimana seseorngmemperoleh pengalaman dapat dibedakn dlm dua cara, yait sengaja dan tdk sengaja.

Memperoleh pengalaman dg cara tdk disengaja, yait apa yg dialami oleh seseorngsecara tdk sengaja dimasukkan dlm ingatannya. Contoh: pd anak-anak, ketika mereka memperoleh pengalaman yg tdk sengaja bahwa jika gelas jatuh mk akn pecah, bahwa kayu it keras dan dapat menyebabkan rasa sakit jika terpukul olehnya. Pengalaman-pengalaman tsbt akn disimpan olehnya sebagai pengertian-pengertian.

Sedang memperoleh pengalaman-pengalaman dg sengaja, yait apabila seseorngdg sengaja memasukkan pengalaman-pengalamannya dlm ingatannya. Contoh: dlm bangku sekolah seseorngmemperoleh pengetahuan yg dg sengaja dipelajari kemudian dimasukkan dlm ingatannya.

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kemampuan individu untuk memsukan apa yg dialami atau dipelajari it terdapat antara yg satu dg yg lain. Yakni ada orngyg dapat dg cepat memasukkan apa yg dipelajarinya, begitpula sebaliknya, ada yg lambat.

Selain it, orngjuga berbeda dlm hal banyak sedikitnya materi atau hal-hal yg dapat dimasukkannya. Hingga dlm hal ini orngyg dapat memasukkan atau mempelajari banyak materi pd suatu waktu tertentu, bisa dikatakn bahwa orngtsbt mempunyai ingatan yg luas, begit pula sebaliknya.

Fungsi Menyimpan (Retention)

Fungsi kedua dari ingatan ialah mengenai penyimpanan apa yg telah dipelajari atau dialami. Seperti diketahui bahwa setia pose belajar akn meninggalkan jejak-jejak (traces) dlm jiwa seseorang, dan inilah yg untuk sementara disimpan dlm ingatan agar pd suatu waktu dapat ditimbulkan kembali. Traces atau jejak-jejak ini yg disebut sebagai memory traces.

Sekalipun dg memory traces memngknkan seseorngmengingat apa yg pernah dipelajari atau dialami, tetapi ini tdk berarti bahwa semua memory traces akn tetap tinggal dg baik, karena suatu waktu dapat hilang, yg dlm hal ini orngdisebut mengalami kelupaan.

Selain memory traces it dapat hilang, memory traces juga dapat berubah tdk seperti semula, seperti ada perubahan pd bagian-bagiannya hingga ketika ditimbulkan kembali apa yg teringat tdklah sama seperti pd waktu dipelajari.

Fungsi Menimbulkan Kembali (Remembering)

Fungsi ketiga dari ingatan adlh berkaitan dg menimbulkan kembali hal-hal yg disimpan dlm ingatan. Dlm menimbulkan kembali apa yg disimpan dlm ingatan dapat ditempuh dg mengingat kembali (to recall) dan mengenal kembali (to recognize).

Dg mengingat kembali orngdapat menimbulkan kembali apa yg diingat tanpa dibantu adanya objek sebagai stimulus untuk dapat diingat kembali. Contoh: orngyg dapat mengingat kembali ttg cirri-ciri penjambret yg menjambret tasnya, sekalipun penjambret it tdk ada.

Sedang dg mengenal kembali orngdapat menimbulkan kembali apa yg diingat atau yg pernah dipelajari dg bantuan adanya objek yg harus diingat. Contoh: seseorngkehilangan sepeda yg kemudian ditemukan oleh pihak kepolisian, lalu orngyg kehilangan sepeda tsbt dapat mengenali kembali bahwa sepeda it adlh sepedanya yg hilang.

Karena dg mengenali kembali orngdibantu dg adanya objek, mk besar kemngknan apa yg tdk dapat diingat kembali dapat dikenal kembali oleh seseorang. Oleh karenanya sering dikemukakn bahwa mengenal kembali it akn lebih mudah bila dibandingkan dg mengingat kembali.

Tetapi ini tdk berarti bahwa dg mengenal kembali akn selalu benar atau selalu tepat. Terkadang dg mengenal kembalipun orngdapat mengalami kesalahan atau bahkan tdk dapat mengenali kembali seperti halnya mengingat kembali.

Hal ini menunjukkan bahwa ingatan manusia it terbatas, kadang manusia tdk dapat mengingat secara tepat seperti apa adanya, tdk lengkap, bahkan sering yg ditimbulkan kembali tdk cocok dg keadaan yg sebenarnya, sehingga apa yg ditimbulkan kembali merupakn hal yg palsu. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa macam sebaba, waktu mengalami atau pdwaktu belajar sehingga apa yg diingatnya tdk sesuai dg keadaan sebenarnya. Dapat juga karena retensi yg kurang baik, dan dapat pula karena gangguan dlm menimbulkan kembali.

Kelupaan

Berbicara mengenai ingatan sebenrnya juga berbicara mengenai kelupaan, sebagai lawan dari ingatan. Kemampuan ingatan pd manusia terbatas, dlm arti bahwa tdk semua yg disimpan dlm ingatan dapat ditimbulkan kembali. Yg dlm kata lain manusia dapat mengalami kelupaan. Berikut dua teori kenap orngmengalami kelupan:
Teori Antropi

Menurut teori ini kelupaan terjadi karena memory traces telah lama tdk ditimbulkan kembali. Teori ini bersumber pd aspek fisiologis, yait apabila otot-otot telah lama tdk digunakn, mk otot-otot tsbt tdk dapat menjalankan fungsi-fungsinya dg baik, yg akhirnya dapat mengalami kelumpuhan, demikian pula halnya dg ingatan.
Teori Interferensi

Menurut teori ini kelupaan terjadi karena memory traces saling bercampur satu dg yg lain dan saling mengganggu, sehingga menimbulkan kelupaan. Seperti ketika seseorngmempelajari suatu materi, kemudian mempelajari materi yg lain, mk materi-materi it akn saling mengganggu dan menimbulkan kelupaan. Teori ini sendiri terbagi menjadi dua, yait interferensi proaktif dan retroaktif.

Interferensi yg Proaktif adlh interferensi yg terjadi bahwa materi yg mendahului akn mengganggu materi yg kemudian dan ini dapat menimbulkan kelupaan. Sedang interferensi yg retroaktif ialah interferensi yg terjadi bahwa materi yg dipelajari kemudian dapat menginterferensi materi yg dipelajari lebih dahulu.

Cepat lambatnya kelupaan it tdk sama dlm setiap sitasi dan juga tdk selalu sama dlm semua sitasi dan juga tdk selalu sama pd individu yg bersangkutan. Artinya bagi seseorngindividu akn lekas lupa thdp sesuatu hal atau keadaan, tetapi sukar melupakn sesuatu hal atau keadaan yg lain. Juga sitasi yg satu tdk akn selalu sama pengaruhnya thdp terjadinya kelupaan.

Berhubungan dg kemngknan banyak hal yg telah dipelajari akn dilupakn, mk langkah peraktis agar yg disimpan dlm ingatan it tetap baik, diperlukan ulangan-ulangan dari bahan-bahan yg pernah dipelajarinya. Makin sering bahan diulang yg berarti makin sering bhan ditimbulkan dlm alam kesadaran, kan makin baik diingat.

Beberapa Metode yg Digunakn dlm Bereksperimen Mengenai Ingatan

Beberapa metode yg digunakn dlm penelitian ingatan dapat dikemukakn sebagai berikut:
Metode dg melihat waktu atau usaha belajar. Merupakn metode dg melihat sampai sejauh mana waktu yg diperlukan seseornguntuk dapat menguasai materi yg dipelajari dg baik, misalnya dapat mengingat kembali materi tsbt tanpa kesalahan.
Metode belajar kembali. Metode dimana seseorngmempelajari kembali materi yg pernah dipelajari sebelumnya pd suatu kriteria tertentu, seperti ketika seseorngmempelajari materi tsbt pertama kali
Metode rekonstruksi. Metode dimana seseorngmengonstruksi kembali suatu materi yg diberikan kpdanya.
Metode mengenal kembali. Metode dg mengambil bentuk pengenalan kembali
Metode mengingat kembali. Metode dimana seseorngmengingat kembali apa yg telah dipelajarinya.
Metode asosiasi berpasangan. Metode dimana seseorngmempelajari suatu materi dg berpasang-pasangan.

Empat Macam Mengingat
Rekognisi, yait mengingat sesuatu ketika sesuatu tsbt dikenakn pd panca indra. Misal mengingat wajah kawan
Recall, mengenali kembali sesuatu yg mana kita sadar bahwa kita telah mengalami sesuatu it di masa lalu tanpa sesuatu it dikenakn pd panca indera. Misal kita merecall nama buku yg selesai kita baca minggu yg lalu.
Mereproduksi, mengingat dg cukup tepat apa yg pernah dipelajari. Misal menyanyikan lagu yg pernah dikenal dan dipelajari tanpa adanya kesalahan.
Performance, melakukan kebiasaan-kebiasaan yg pernah dipelajari.

Prinsip-prinsip penghematan dlm belajar untuk mempermudah seseorngdlm mengingat:

Pd tahun 1885, seorngpsikolog Jerman yg bernama Ebbinghaus memulai serangkaian eksperimen untuk mempelajari ingatan yakni bagaimana cara untuk mempermudah seseorngdlm mengingat. Dan hasil dari eksperimen tsbt ialah sebagai berikut:
Belajar yg dibagi-bagi lebih efektif daripd belajar yg bersifat massal. Menurut Ebbinghaus, 38 hari ulangan yg dibagi-bagi selama tiga hari sama effeknya dg 68 kali ulangan yg dilakukan dlm satu hari. Dua kali dua puluh menit latihan berhitng lebih berhasil daripd satu kali empat puluh menit.
Mempelajari keseluruhan lebih baik daripd mempelajari sebagian. Ada dua cara untuk belajar. Pertama ialah metode-keseluruhan, yait membaca seluruh bahan dari permulaan sampai akhir setiap kali mengulang. Kedua ialah metode-bagian, yait membagi-bagi vahan dan menguasai tiap bagian sebelum melangkah pd bagian berikutnya. Menurut hasil eksperimen bahwa kebanyakn orngbelajar lebih cepat apabila menggunakn metode keseluruhan. Sedang untuk mereka yg berhasil belajar dg menggunakn metode bagian adlh mereka yg membagi-bagi vahan it menjadi bagian-bagian yg logis dan berarti.
Mencari arti. Menurut hasil penelitian Ebbinghaus bahwa 80 suku kata yg mempunyai arti memerlukan delapan atau sembilan kali ulangan. Sedang 80 suku kata yg tdk mempunyai arti memerlukan 70 sampai 80 kali ulangan. Dg kata lain, bahan yg berarti it Sembilan kali lebih mudah dipelajari daripd yg tdk.
Nilai resistasi (mengucapkan kembali). Menurut hasil eksperimen, ketika seseorngmengucapkan kembali suatu pelajaran pd dirinya sendiri setelah membaca seluruhnya beberapa kali, dia akn menghemat waktu untuk menyimpan lama pelajaran dlm ingatannya.
Adanya instruksi. Beberapa eksperimen menunjukkan pentingnya instruksi yg pasti dlm belajar. Dlm satu ekspeimen, sebuah daftar pertanyaan ditjukan kpda subjek berkali-kali. Apabila subjek it diberitahu untuk mempelajari perkataan-perkataan dlm daftar tsbt, subjek tdk begit mengalami kesukaran setelah berulangkali ditnjukkan. Tetapi subjek yg tdk diberitahu mengalami kesukaran dlm mengatakn kembali perkataan-perkataan tsbt. Hal ini tdk lain karena subjek tdk diberi instruksi seperti subjek yg pertama, dan karenanya dia hanya melihat perkataan-perkataan it.
G. Berpikir

Pengertian Berpikir

Berpikir ialah suatu aktivitas pribadi yg bertujuan untuk memecahkan suatu masalah hingga menemukan hubungan-hubungan dan menentukan sangkut pautnya. Berpikir dlm arti luas, ialah adanya pergaulan dg abstraksi.

Kadang-kadang kita dikacaukan dg istilah intelek. Intelek ialah pikiran, sedang istilah lain yait intelegensi berarti kecerdasan pikiran seseorngdikatakn cerdas kalau yg bersangkutan menjalakn fungsi pikir, sehingga dapat memecahkan masalah denga cepat dan tepat.

Para ahli logika, mengemukakn adanya tiga fungsi dari berpikir, yakni membentuk pengertian, membentuk pendapat/opini dan membentuk kesimpulan.
Membentuk pengertian: dapat diartikan sebagai suatu perbuatan dlm proses berpikir (dg memanfaatkan isi ingatan) bersifat riel, abstrak dan umum serta mengandung sifat hakikat sesuatu.
Membentuk pendapat, dapat diartikan sebagai hasil pekerjaan pikir dlm meletakkan hubungan antara tanggapan yg satu dg lainnya, antara pengertian satu dg pengertian lainnya, dan dinyatakn dlm suatu kalimat.
Membetuk kesimpilan, dapat diartikan sebagai membentuk pendapat “baru” yg berdasar atas pendapat-pendapat lain yg sudah ada.

Proses Berfikir

Pribadi ---------------- Masalah-------------------Tujuan

Dlm skema tsbt, masalah merupakn rintangan yg harus dipecahkan. Dlm masalah ini pulalah timbul berbagi pertanyaan yg harus dijawab oleh sipemecah, yg mngkn dg cara: Secara instink, Secara kebiasaan, Secara trial and error, Secara Gestalt, Secara ilmiah.

Woodwort mengutarakn bahwa masalah-masalah yg menyebabkan hambatan pikir ialah:
Karena data yg dibutuhkan tdk mencukupi.
Beberapa bahan yg telah ada kadang-kadang tdk diperlukan lagi, bahkan mengacau jalannya pikir.
Karena data yg ada tdk ada hubungannya antara satu dg yg lain, mk kita akn mengalami kesulitan dlm menyusun kerangka pikir.

Untuk memecahkan masalah yg sulit, untuk sementara kita sediakn suatu hipotesis.

Kemngknan-kemngknan hipotesis yg disajikan: Hipotesis it mngkn benar, Hipotesis it mngkn salah, Hipotesis it mungkn benar, mngkn salah.

Sistem membagi bentuk pikir sebagai berikut:
Pikiran kebendaan, kalau dlm prosesnya dibantu oleh berbagai benda yg konkrit, yg menyebabkan adanya pengertian umum bersifat kebendaan.
Fikiran sangkut paut, yait proses pikiran thdp berbagai relasi perbandingan, relasi gnetis (hubungan kausal dan hubungan final, dan relasi intnsional).
Fikiran, arti disinilah yg menunjukkan keaktifan pikir yg memberi arti pd benda denga keadaan.

Fungsi Bahasa Dlm Berfikir.

Alat berfikir yg utama ialah bahasa (disamping simbol-simbol yg lain). Dg bahasa kita dapat bertukar pikiran dg ornglain, dan dapat mengerti jalan pikiran ornglain.

Dlm menyampaikan maksud kpda ornglain, kecuali dg perantaraan bahasa (baik tertulis maupun lisan) masih ada cara lain, misalnya: gerakn-gerakn, kode-kode atau isyarat-isyarat yg lain. Istilah-istilah yg singkat tetapi mempunyai arti yg luas merupakn media yg memudahkan pelahiran pikiran.

Plato berkata bahwa : Berbicara sebetulnya berpikir yg bersuara. Sedang berfikir adlh berbicara dlm hati.

Dlm pengertian bahasa sering-sering dipengaruhi oleh intonasi, latar belakng kalimat, da berbagai kata kiasan yg mempengaruhi arti tersendiri.

Ada tiga tingkatan berfikir yait:
Abstrak: angan-angan dan ingatan menjadi pembantu utama.
Sekematis: untuk membantu agar supaya ingatan tdk begit diberi beban yg berat dan gambaran pemecahan persoalan dapat diarahkan.
Konkret: supaya dlm pemecahan persoalan yg dihadapi seolah-olah seperti dlm kenyataannya.

Berbagai faktor yg mempengaruhi perkembanga kecerdasan/pikiran pd manusia diantaranya ialah: Bakat, Lingkungan, Kesehatan, Kesempatan, Fasilitas, Latihan, Gizi, Bimbingan, dan sebagainya
H. Kemauan
Pengertian Kemauan

Kemauan adlh salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktifitas psikis yg mengandung usaha aktif dan berhubungan dg pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan adlh titik akhir dari gerakn yg menuju suatu arah. Adapun tujuan kemauan adlh pelaksanaan suatu tujuan-tujuan mana, harus diartikan dlm suatu hubungan.

Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu. Kehendak ini merupakn kekuatan dari dlm dan tampak dari luat sebagi gerak-gerik. Fungsinya kehendak ini berkaitan dg fikiran dan perasaan. Kehendak ini dibagi menjadi enam bagian, yait:
Dorongan

Dorongan ialah suatu kekuatan dari dlm yg mempunyai tujuan tertentu dan berlangsung diluar kehendak kiata. Dorongan dibedakn menjadi dua, yait: Dorongan yg bertujuan mencapai syarat hidup tertentu disebut tropisme, misal: binatang mencari cahaya. Dan dorongan hidup, yg bekerja tanpa disadari dan berlangsung dg sendirinya disebut Otomatisme, misal: pernafasan pd paru-paru, peredaran darah, dan lain-lain.

Semua dorongan berpangkal pd tiga macam dorongan asli, yait: dorongan mempertahankan diri, dorongan mempertahankan jenis, dan dorongan mengebangkan diri.


Keinginan

Keinginan ialah dorongan nafsu, yg tertuju pd sesuatu benda tertentu atau yg kongkrit. Kebalikannya ialah kebencian. Keinginan yg dipraktekan bisa menjadi kebiasaan.
Hasrat

Hasrat ialah suatu kainginan tertentu yg dapat diulang-ulang. Paulhan (Prancis), menggolongkan hasrat menjadi beberapa golongan, yait: (1) Hasrat Vital: kerakusan, kesederhanan, peminum. (2) Hasrat Sosial: cari teman, cari persatuan. (3) Hasrat Egoistis: tamak, kikir, sayg pd diri, tdk sopan. (4) Hasrat yg abstrak: jujur, insyat kewajiban, menipu
Kecenderungan

Ialah hasrat yg aktif menyuruk kita agar lekas bertindak.
Hawa Nafsu

Ialah: hasrat yg besar dan kuat yg dapat menguasai seluruh fungsi jiwa kita.
Kemauan:

Ialah kekuatan yg sadar dan hidup dan atau menciptakn sesuatu yg berdasarkan perasaan dan fikiran.
Proses Kemauan

Sebelum menjadi suatu tindakn, mk perlu adanya suatu proses kemauan, yg dijelaskan sebagai berikut:
Motif (alasan, dasar, pendorong)
Perjuangan motif. Sebelum mengambil keputusan, pd batin biasanya ada beberapa motif yg bersifat luhur dan rendah.
Keputusan. Disini kita mengadakn pemilihan-pemilihan antara motif-motif tsbt dan meninggalkan kemngknan yg lain, sebab tak mngkn kita punya macam-macam keinginan pd watu yg sama.
Perbuatan kemauan. Kalau sudah mengambil keputusan, mk bertindak sesuai dg keputusan yg diambil.
Ciri-Ciri Kemauan:
Merupakn “motor” penggerak perbuatan dan kelakuaan manusia.
Berhubungan erat dg tujuan tertentu, baik positif maupun negative. Positif berarti mencapai barang sesuatu yg dianggap berharga dan berguna baginya. Sdang negative berarti menghindar sesuatu yg dianggap tdk mempunyai haraga/guna baginya.
Kemauan selamanya tdk terpisah dari gejala mengenai (kognisi) dan perasaan (emosi). Dg kata lain tdk dapat dipisahkan dg pekerjaan jiwa yg lain.
Kemauan diarahkan pd penyelanggaraan suatu tujuan, mk didlmnya terdapat bibit-bibit penjelmaan kegiatan.
4. Macam-Macam Kemauan yg Berpusat pd Kejasmanian
Tropisme

Adlh peristiwa yg menyebabkan timbulnya gerak kesuatu arah tertentu. Gejala tropisme terdapat pd barang-barang tingkat vegetative (tumbuh-tumbuhan) dan animal (binatang).

Dg adanya jenis perangsang yg berbeda, mk tropisme dapat dibedakn berdasarkan jenis perangsangnya, antara lain:

1) Foto-tropisme (fotos = cahaya)

Yait tropisme yg timbul karena adanya peransang cahaya menurut arah geraknya, foto tropisme dibedaan atas Foto-tropisme positif dan negatif

2) Helio-tropisme (helios = matahari)

Yait tropisme yg timbul karena adanya peransang matahari. Menurut arah geraknya helio-tropisme dapat dibedakn menjadi Helio-tropisme pisitif dan Helio-tropisme negatif
Refleks

adlh gerak reaksi yg tdk disadari thdp peperangsang. Ciri-ciri gerak reflex:
Pd gerak terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi, yakni reaksi thdp perangsang it.
Gerak refleks terjadi diluar kesadaran (tdk disadari).
Gerak refleks bersifat mekanis (bergerak dg sendirinya) dan tdk mempunyai tujuan tertentu.
Sangat terikat oleh perangsang tertentu, tdk dikatakn bahwa setiap jenis perangsang tertentu menimbulkan gerak refleks tertentu.
Tdk berhubungan dg pusat susunan urat syaraf dan bertalian dg susunan syaraf, yakni sum-sum tulang belakng.
Gerak refleks merupakn cara bertindak tertentu yg dibawa sejak lahir. Gerak refleks adlh gearak diluar kesadaran, jadi reaksi-reaksi yg ditimbulkan tdk bersumber pd susunan syaraf (otak) tanpa suatu pertimbangan. Proses terjadi gerak refleks : perangsang pancaindera cel-cel syaraf ensoris urat syaraf mitosis reaksi.

Macam-macam reflex:
Refleks bawaan : yalni refleks yg dibawa sejak lahir; disebut juga refleks asli atau refleks sewajarnya.
Refleks latihan : yakni refleks yg diperoleh dari latihan.
Refleks bersyarat (conditioned-refleks): Refleks ini tdk tergantung pd perangsang alam yg asli tapi timbul karena rangsang lain yg berasosiasi dg ransangan alam tsbt.
Insting

Yait kemampuan berbuat tertentu yg dibawa sejak lahir yg tertuju pd pemuasan doronagn-dorongan nafsu dan doronagn-dorongan lain disebut instink. Ciri-Ciri Insting:
Insting lebih majemuk dari pd refleks.
Instink merupakn kemampuan untuk bergerak pd suatu tujuan dg tdk memerlukan latiahan terlebih dahulu.
Gerak instinktif merupakn pembawaan, kemampuan alami yg dibawa sejak lahir, jadi bukan kecakaapan yg diperoleh dari pengalaman dan latihan.
Gerak instinktif berjalan secara mekanis (berjalan dg sendirinya), berjalan tanpa menggunakn kesadaran dan pertimbangan.
Instink sedikit banyak dapat dilatih atau diubah, disesuaikan dg keadan-keadaan tertentu.
Gerak instinktif berakar pd dorongan nafsu dan dorongan lain untuk mendapatkan kepuasan.
Gerak instinktif pd hewan sejak lahir tetap, tdk berubah, sedangka instink pd manusia berubah.

Instink pd manusia: Manusia mempunyai dorongan instink, tetapi perbuatan dan hidup manusia tdk dikuasai oleh doronga instink. Pd suatu kesempatan instink masih berfungsi, namun demikian pernyataan dorongan instink tsbt sudah dlm bentuk perbuatan yg dipengaruhi oleh batin manusia.
d. Automatisme

Gejala yg menimbulkan gerak-gerak terselanggara denga sendirinya. Autumatisme asli: ialah gerak automatis yg tdk digerakn oleh gejala hasrat. Automatisme latihan: ialah gerak-gerak yg berjalan secara automatis karena seringnya gerak-gerak tsbt diulang.
Kebiasaan: Gerak perbuatan yg berjalan dg lancar dan seolah-olah berjalan dg sendirinya disebut kebiasan.
Nafsu: Dorongan yg terdapat pd tiap-tiap manusia dan member kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup tertentu, disebut nafsu.
Keinginan: Nafsu yg telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu disebut dg keinginan.
Kecendrungan: Keinginan-keinginan yg sering muncul atau timbul disebut kecendrungan.
5. Proses Kemauan

Dibawah ini dikemukakn dua teori mengenai proses kemauan:
Teori Meuman (analisa lama)

Muman membedakn unsur motif-motif: motif dan perjuangan. Motif (motivasi) merupakn sebab atu gambaran penyebab yg akn menimbulkan tingkah laku, menuju pd suatu ingatan, gambaran fantasi dan perasaan-perasaan tertentu. Perjuangan motif merupakn usaha mempertimbangkan dg hati nurani dan akal budi kemngknan dilaksanaknnya suatu pilihan yait diambil dari beberapa alternative/kemngknan motif-motif tadi. Pd proses penentuaan ada penentuan dari seleksi dan pelaksanaan pilihan it. Yait memilih motif yag paling baik dan paling kuat untuk dilaksanakn dg segera.
Teori N. Ach (analisa baru)

Ach membedakn empat momen, yait:

1) Momen wujud: proses penginderaan yg kuat biasanya disertai dg ketegangan-ketegangan bahkan sering diiringi dg gerakn-gerakn tertentu, misal: mengernyitkan kening, mengepalkan tinju.

2) Momen obyektif: kesadaran akn adanya pengarahan pd suatu tujuan, dan ada gambaran satu tujuan. Ada antisipasai thdp perubahan yg akn dilakukan.

3) Moment akatual: menyadari benar perbuatan apa yg akn dilakukannya.

4) Momen subyektif: ada keinginan dlm kesadaran untuk berbuat secara energik/kuat, dan ada upaya mengumpulkan usaha-usaha untuk berbuat.

Kemauan bisa menciptakn orde dan kesatuan pd setiap unsur bagian dari kepribadian (unsur kognitif, efektif/emosi, fantasi tanggapan, minat, pikiran, dan lain-lain). Dan kemauan ini mengarahkan manusia pd tujuan-tujuan menurut pola-pola pembimbing atau leitmotifen tertentu.
Post a Comment