retorika, identitas RBV

blogger templates
Komunikasi Verbal

Adalah bentuk yang paling umum digunakan dalam organisasi. Oleh karena itu adalah penting bagi seorang manajer untuk mengetahui banyak mengenai komunikasi tersebut.

Pengertian komunikasi verbal yang dimaksud adalah komunikasi yang menggunakan simbol-simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan secara oral atau lisan ataupun tulisan. Komunikasi verbal merupakan karakteristik khusus manusia. Tidak ada makhluk lain yang dapat menyampaikan bermacam-macam arti melalui kata-kata. Kata dapat dimanipulasi untuk menyampaikan secara eksplisit sejumlah arti.

Kemampuan menggunakan komunikasi verbal secara efektif adalah penting bagi administrator dan manajer. Dengan adanya komunikasi verbal memungkinkan pengidentifikasian tujuan, pengembangan strategi dan tingkah laku untuk mencapai tujuan.

Komunikasi verbal dapat dibedakan atas komunikasi lisan dan komunikasi tulisan. Komunikasi lisan dapat didefinisikan sebagai proses di mana seorang pembicara berinteraksi secara lisan dengan mendengar untuk mempengaruhi tingkah laku. Di perusahaan rokok Sentul Prima ini, di mana manajernya memberikan peraturan.Bagian seperti pada bagian personalia, produksi, keuangan, pemasaran, pengadaan pembelian, di masing-masing bagian direktur memberikan peraturan yang semua bertujuan perusahaan rokok “Sentul Prima” lebih maju.

Direktur menyampaikan komunikasi verbal pada bawahan di bagian produksi agar produksi rokok memiliki kualitas yang bagus direktur memberikan pengarahan, rokok yang akan dikemas dibuat dengan rapi dan rajin, sehingga rokok Sentral Prima memiliki kualitas dimata masyarakat. Pada bagian produksi memberikan pengarahan atau komunikasinya pada karyawan. Direktur juga memberikan pengarahan pada bagian keuangan untuk melaksanakan transaksi-transaksi pada setiap hari dan mengatur penggunaan uang.


Pendekatan Klasik

Teori klasik memandang organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Komponen manusia dalam organisasi tidak menjadi perhatian. Penekanan yang utama adalah pada otoritas, kontrol dan pengarahan pada pekerjaan. Komunikasi hanya perlu bagi supervisor untuk memberikan pengarahan atau perintah mengenai apa yang seharusnya dilakukan karyawan. Berdasarkan hal itu maka tipe komunikasi yang dominan adalah komunikasi dari atasan kepada bawahan. Tipe komunikasi kepada atasan tidak begitu diperlukan dan kalaupun itu ada hanya bila diminta oleh atasan. Seperti misalnya melaporkan pelaksanaan pekerjaan atau memberikan informasi yang diminta oleh atasan.

Dalam perusahaan rokok Sentul Prima ini tangulangin, agar selalu menjaga kualitas hasil produksinya, yang memegang penuh dengan karyawan adalah bagian personalia yang bertugas membuat surat penerimaan karyawan, menentukan cuti karyawan, memberikan surat teguran pada karyawan yang lain dalam tugasnya.

Karyawan di perusahaan rokok Sentul Prima ini, di mana atasan kurang begitu dekat dengan bawahan. Karyawan di perusahaan rokok Sentul Prima bebas memproduksi, seperti pada bagian packing, setiap karyawan memiliki pendapatan packing yang berbeda-beda karena dalam perusahaan ini karyawan tidak dituntut siapa yang dapat menghasilkan packing yang banyak gajinya akan bertambah, contohnya, karyawan A packing yang dihasilkan dalam sehari 1 ball artinya dalam 1 ball ada 20 bungkus kardus yang berukuran 12x7, 1 ball itu karyawan memperoleh Rp. 4000. Dapat diuraikan gaji di perusahaan rokok sangatlah sedikit. Di setiap meja terdapat 1 pengawas atau bagian produksi yang mengawasi jalannya proses produksi serta penanggung jawab atas hasil produksi yang dihasilkan perusahaan.

Di perusahaan rokok Sentul Prima ini di bagian direktur tidak melakukan pengawasan yang ketat, pengawasan ketat dilakukan oleh bagian produksi.

Pada bagian processing, yang diawasi oleh bagian produksi, yang berugas mengawasi karyawan saat memproses tembakau diracik dengan cengkeh, dan saos dicampur dengan rata yang prosesnya ditentukan oleh perusahaan rokok Sentul Prima.

Bagian penggilingan menggiling rokok dengan alat sederhana, di sini karyawan tidak dituntut menggiling rokok dengan jumlah besar. Bagi karyawan yang dapat memproses giling rokok dengan jumlah besar, maka pendapatannya akan besar pula.

Perusahaan rokok “Sentul Prima” ini memiliki peraturan bagi karyawan, bekerjanya dilakukan mulai pagi hingga sore hari, tidak ada sift siang atau malam.



Human Relations dan human resources

Teori ini muncul sebagai kritik atas teori struktur klasik yang lebih mengedepankan aspek mekanistik dalam suatu organisasi. Ada anggapan dasar:

- Produktivitas ditentukan oleh norma sosial, bukan faktor psikologis.

- Seluruh imbalan bersifat non ekonomis, sangat penting dalam memotivasi karyawan.

- Karyawan biasanya memberikan reaksi terhadap suatu persoalan, lebih sebagai anggota kelompok daripada individu.

- Kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dan mencakup aspek-aspek formal dan informal.

- Penganut aliran human relations menganggap komunikasi sebagai fasilitator penting dalam proses pembuatan keputusan.

Dalam pandangan teori ini, manusia sebagai anggota organisasi adalah merupakan inti organisasi. Oleh karena itu manusia harus diberi perhatian yang lebih, jangan diabaikan, karena tanpa manusia, organisasi tidak akan ada.

Human resources merupakan suatu pandangan secara menyeluruh tentang sistem kepengawaian dalam organisasi. Yang mengijinkan manager masing-masing mengambil keputusan.

Dalam hubungan manusia di perusahaan rokok Sentul Prima, direktur memberikan peraturan pada bagian-bagianbagiannya dan karyawannya jika ada kepentingan apapun, datang terlambat, ijin pulang bila sakit atau hal-hal yang mendadak diperbolehkan untuk pulang dan tidak ada pemotongan gaji bagi karyawan.

Adapun uraian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian yang ada, adalah sebagai berikut:

1. Direktur

Bertugas sebagai penanggung jawab dari kelangsungan perusahaan atau pabrik secara umum.

2. Secretary dan filling

- Secretary adalah membantu direktur dalam melaksanakan tugas yang menyangkut masalah informasi secara tertulis kepada bawahan, maupun menyampaikan informasi kepada pihak ekstern dalam perusahaan.

- Filling adalah membantu direktur dalam urusan yang apabila diperlukan oleh seorang direktur dalam waktu yang mendadak mengenai arsip-arsip suatu perusahaan.

3. Bagian produksi

Bertugas mengawasi jalannya proses produksi serta sebagai penanggung jawab atas hasil produksi yang dihasilkan perusahaan dan membawahi lima bagian:

a. Bagian processing

b. Bagian penggilingan

c. Bagian packing

d. Bagian ball

e. Bagian gudang bahan mentah

4. Bagian pengadaan pembelian

Bertugas melaksanakan pembelian bahan baku. Bahan pembantu maupun peralatan dan membawahi tiga bagian:

a. Bagian tembakau

b. Bagian kertas

c. Bagian bahan lain

5. Bagian keuangan

Bertugas melaksanakan transaksi-transaksi yang terjadi setiap hari dan mengatur penggunaan uang dalam hubungannya dengan lokasi uang untuk semua bagian dalam kegiatan perusahaan dan membawahi tiga bagian:

a. Bagian cashier

b. Bagian pembukuan

c. Bagian penagihan





6. Bagan pemasaran

Bertugas sebagai penanggung jawab atas pemasaran atau penjualan produksi dalam hal ini rokok, dan membawahi tiga bagian:

a. Bagian counter sales

b. Bagian sales operasi supervisor

c. Bagian salesman

7. Bagian personalia

Bertugas membuat surat penerimaan karyawan barit, menentukan cuti karyawan, memberikan surat teguran pada karyawan yang lain dalam tugasnya, dan membawahi tiga bagian.

a. Bagian keamanan

b. Bagian kendaraan

c. Bagian gudang barang jadi


Tujuan Perusahaan

Pada prinsipnya setiap usaha yang didirikan baik oleh lembaga pemerintahan ataupun swasta pastilah mempunyai tujuan,karena tujuan inilah yang akan menjadi pengangan bagi seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menuju langka berikutnya.

Dalam kegiatan perusahaan rokok Sentul Prima Tanggulangin mempunyai beberapa tujuan sebagai arah pedoman dari arah kegiatannya:

Tujuan tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

A. Tujuan jangka pendek

1. Berusaha mencapai target produksi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, agar kontinuitas dan kelangsungan hidup operasional perusahaan terjamin.

2. Memelihara dan menjaga kelancaran penjualan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

3. menjaga kontinuitas perusahaan

B. Tujuan jangka panjang

1. Berusaha memaksimalkan profit,jika aktifitas perusahaan sudah berjalan secara efisien

2. Berusaha mengadakan perluasan, di sini dalam rangka memperluas daerah pemasaran untuk menyebarkan hasil produksi lebih luas lagi.



Efek retorika

Efek retorika yang dihadapi perusahaan rokok Sentul Prima , Tanggulangin-Sidoarjo adalah sebagai berikut:

1. Realisasi biaya promosi yang tidak sesuai dengan rencana biaya promosi yang disediakan, berarti ada sebagian biaya promosi yang tidak direalisasikan.

2. Kegiatan promosi yang kurang efektif

Selama ini kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan rokok Sentul Prima, Tanggulangin- Sidoarjo kurang terkesan kurang efektif dan juga kurang luas jangkauannya

Setelah diketahui sebab-sebabsebab masalah perusahaan rokok Sentul Prima Tanggulangin, makam perlu juga diketahui akibat apakah yang akan menimpa di dalam perusahaan

Adapun akibat ditimbulkan dari permasalahan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Karena realisasi biaya promosi tidak dilaksanakan maka intensitas atau frekuensi promosi menjadi turun.

b. Karena sebagian dari kegiatan promosi tidak diutamakan maka tidak tercapainya target penjualan yang telah ditetapkan sehingga laba kurang maksimal
Post a Comment