Perkembangan Anak SD

blogger templates
Perkembangan anak merupakan sesuatu yang kompleks.Artinya ada banyak faktor yang berpengaruh dan saling berhubungan dalam proses perkembangan anak. Baik unsur-unsur bawaan maupun unsur-unsur pengalaman yang didapat dalam interaksi lingkungan. Yang keduanya (unsure bawaan dan lingkungan )memiliki pengaruh tertentu terhadap proses perkembangan anak tersebut.

Guru terutama guru SD diharapkan mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara belajar anak SD. Pemahaman konseptual ini meliputi gambaran tentang siapa anak SD dan bagaimana mereka berkembang, yang mencakup tentang karakteristik perkembangan anak usia SD dalam berbagai aspek fisik biologis, kognitif, bahasa, dan psikososial. Selain itu diperlukan adanya pemahaman-pemahaman tentang perinsip belajar anak serta peran motifasi dalam belajar anak,

Dalam makalah ini penyajiakan lebih memfokuskan dalam pembahasan karakteristik perkembangan fisik dan motorik anak usia SD,

Dengan bekal pemahaman tentang perkembangan anak usia SD, guru diharpkan dapat mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan anak SD.



2. RumusanMasalah

a. Apa yang dimaksud dengan perkembangan anak

b. Bagaimana perkembangan fisik anak usia SD

c. Bagaimana perkembangan motorik anak usia SD



3. TujuanMakalah

a. Untuk mengetahui pengertian perkembangan pesertadidik

b. Untuk mengetahui siklus perkembangan fisik

c. Untuk mengetahui keragaman siklus pertumbuhan fisik

d. Untuk mengetahui pengaruh siklus pertumbuhan

e. Untuk mengetahui perkembangan. fisik anak usia SD

f. Untuk mengetahui makna psikologis perkembangan fisik,

g. Untuk mengetahui perkembangan motorik

h. Untuk mengetahui perkembngan motorik halus dan kasar

i. Untuk mengetahui perkembangan motorik usia SD



4. Manfaat Makalah

Dengan penulisan makalah ini di harapkan mahasiswa dapat mengetahui proses perkembangan peserta didik dan dapat mengaplikasikannya ketika terjun di dunia pendidikan kelak.



PEMBAHASAN

A. LANDASAN TEORI

1. Pengertian Masa Usia Sekolah

Masa usia sekolah adalah masa matang untuk belajar atau masa untuk sekolah. Disebut masa matang untuk belajar karena mereka sudah berusaha mencapai sesuatu, sedangkan masa matang untuk bersekolah, karena mereka sudah menginginkan kecakapan-kecakapan baru, yang dapat diberikan oleh sekolah (Semiawan Conny, dkk.2008).

Mulai anak umur 6 tahun, anak sudah matang untuk masuk sekolah. Masa anak sekolah adalah usia 6-12 tahun, pada masa ini anak memasuki masa belajar didalam dan diluar sekolah. Banyak aspek prilaku dibentuk melalui penguatan (reinforcement) verbal, keteladanan dan identifikasi (Abu Ahmadi, Munawar Sholeh.2005).



Secara umum, masa sekolah dasar terbagi menjadi dua bagian, yaitu masa kelas rendah dan masa kelas tinggi. Masa kelas rendah yang berusia antara 6 atau 7 sampai 9 atau 10 tahun, sedangkan masa kelas tinggi berusia antara 9 atau 10 sampai 12 tahun (Semiawan Conny, dkk.2005).



2. Karakteristik anak usia sekolah

Kriteria anak usia secara umum

a. Aspek Fisik

1. Anak laki-laki rata-rata lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan dengan perempuan,

2. Pertumbuhan fisik maju pesat.

b. Aspek Psikis

1. Perkembangan Intelektual

Anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual atau melaksanakan tugas-tugas belajar menurut kemampuan intelektual atau kemampuan kognitifnya.

2. Perkembangan Bahasa

Usia SD merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perbendaharaan bahasa (Vocabulary).

3. Perkembangan Sosial

Anak mulai memiliki kesanggupan menyesuaikan diri (egosentris) kepada yang kooperatif (bekerja sama) atau sosientris (mau memperhatikan kepentingan orang lain sehingga diterima menjadi anggota kelompok).

4. Emosi

Anak mulai sadar bahwa pengungkapan kata-kata kasar tidak diterima di masyarakat. Jadi dia mulai belajar untuk mengkontrol emosinya dalam bergaul.

5. Moral

Anak mulai mengenal konsep moral (mengenai benar dan salah atau baik buruk) pertama kali dalam diri keluarga.

6. Perkembangan Penghayatan keagaman

Usia SD merupakan masa pembentukan nilai-nilai agama sebagai kelanjutan dari periode sebelumnya. Kualitas keagamaan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan atau pendidikan yang diterimanya.

7. Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik anak SD sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Hal ini ditandai dengan kelebihan gerak aktivitas motorik yang lincah. Oleh karena itu, usia ini merupakan masa ideal untuk belajar keterampilan yang berkaitan dengan motorik. contohnya: menggambar, melukis, mengetik (komputer) dll.. (Syamsu Yusuf.2005)



B. ALAT OBSERVASI

a. Definisi operasional

1. Pengertian perkembangan motorik

Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak dan spinal cord.Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dsb.Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipenggaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, mengunting, menulis dsb (Endah.perkembangan Motorik Anak.http//parentingislami.wordpress.com)

Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan kemampuan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmani yang terkoordinasi antar pusat syaraf, urat syaraf dan otot. (Samsudin, 2008)

Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan kemampuan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmani yang terkoordinasi antar pusat syaraf, urat syaraf dan otot. (Samsudin, 2008)

Perkembangan motorik adalah perkembangan pengendalian gerak jasmaniah melalui kegiatan pusatsyaraf, urat syaraf dan otot yangterkoordinasi. Pengendalian berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir (Hurlock, 1998)

Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan seperti olahraga.

Anak Usia 10 – 12 Tahun

- Perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai tampak

- Mampu melakukan aktivitas rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri , dll.

- Adanya keinginan anak unuk menyenangkan dan membantu orang lain

- Mulai tertarik dengan lawan jenis.

2. Factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik

Factor terpenting yang mempengaruhi perkembangan motorik pada tahap ini jika anak fisik, kesehatan umum dan kapasitas mental, disamping kondisi psikologis serta factor-faktor lingkungan hidup dalam kemiskinan dan kekayaan dan factor sosialisasi.

1. Perkembangan system saraf.

System saraf sangat berpengaruh dalam perkembangan motorik karena system saraf lah yang mengontrol gerak motorik pada tubuh manusia.

2. Kemampuan fisik yang memungkinkan untuk bergerak.

Karena perkembangan motoril sangat erat kaitannya dengan fisik maka kemampuan fisik maka kemampuan fisik seseorang akan sangat berpengaruh pada perkembangan motorik seseorang. Anak yang normal perkembangan motoriknya akan lebih baik dibandingkan anak yang memiliki kekurangan fisik.

3. Keinginan anak yang memotifasinya untuk bergerak

Ketika anak mampu melakukan suatu gerakan motorik, maka akan termotivasi untuk bergerak kepada motorik yang lebih luas lagi, karena semakin dilatih kemampuan motorik anak akan semakin meningkat.

4. Lingkungan yang mendukung

Perkembangan motorik anak akan lebih teroptimalkan jika lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka untuk bergerak bebas. Kegiatan diluar ruangan bisa menjadi pilihan yang terbaik karena dapat menstimulasi perkembangan otot.

5. Aspek psikologis anak

Kemampuan motorik yang baik berhubunan erat dengan self-esteem.

6. Umur

Kecepatan pertumbuhsn yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan pada remaja.

7. Jenis kelamin

Setelah melewati pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.

8. Genetik

Genetic adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi cirri khasnya. Kelainan genetic akan mempengruhi proses tumbuh kembang anak.

9. Kelainan kromoson

Pada umumnya kelainan kromoson akan disertai dengan kegagalan pertumbuhan.

(wijaya, putra.2008.perkembangan motorik anak.http://www.putrawijaya.co.cc)

b. Indikator perilaku

Perilaku yang diharapkan muncul adalah sesuai dengan tugas perkembangan anak usia sekolah oleh, yaitu:

a. Belajar keterampilan fisik untuk permainan biasa

b. Membentuk sikap sehat mengenai dirinya sendiri

c. Bergaul dengan teman-teman sebayanya

d. Belajar peranan jenis yang sesuai dengan jenisnya

e. Membentuk keterampilan dasar: membaca, menulis dan berhitung

f. Membentuk konsep-konsep yang perlu untuk hidup sehari-hari

g. Memperoleh kebebasan pribadi

h. Membentuk sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga.( Singgih D. Gunarsa, 2001)


C. SUBJEK atau KLIEN

1. Data klien

a. Nama : Firman Arafi Wahar

b. Tempat,tanggal lahir : Mokokerto, 18 Maret 2002

c. Alamat : Ds.Terusan RT 01 Rw 05 Kec Gedeg Kab.Mojokerto

d. Usia : 10 tahun

e. Jenis kelamin : Laki-laki

f. Anak ke : 1

g. Jumlah saudara : -

h. Hobi : Sepak bola

i. Cita-Cita : Dokter

j. Nama ayah : Suharyono

k. Pekerjaan ayah : penjual bakso

l. Pendidikan terakhir : SD

m. Nama Ibu : Sa’diyah

n. Pekerjaan ibu : ibu rumah tangga

o. Pendidikan terakhir : SD



2. Riwayat kasus

Ketika sedang mengandung, kaandungan ibunya sering bermasalah karena kurangnya asupan nutrisi, sehingga berdampak pada kandungan dan perkembangan anak dalam masa kandungan. Subjek lahir tidak normal karena ketika lahir, ari-ari bayi menghalangi bayi sehingga subjek terlahir secara sesar. Setelah lahir dia menderita penyakit kuning, dan dirawat dirumah sakit selama satu minggu. Ketika usia lima bulan dia pernah kejang-kejang selama kira-kira setengah jam. Usia Tk dia pernah jatuh dari sepeda dan kepalanya terluka sampai dibawa ke puskesmas.

Sejak kecil dia tumbuh secara mandiri, ibunya sibuk membantu suaminya yang berjualan bakso. Dia jarang mendapat dampingan belajar dari orang tuanya. Ketika usianya menginjak 8 tahun, orang tuanya mengetahui kalau anaknya tidak sama seperti anak-anak pada umumnya, anaknya bisa membaca tapi tidak bisa menuliskannya, sejak orang tuanya mengetahui kelemahan anaknya, sejak itu orang tuanya mendampingi dalam belajar.

Di usia 10 tahun ini, ada tugas perkembangan yang belum dia jalankan, yaitu perkembangan motorik halus, menulis, dia belum lancar menulis, dia tahu huruf abjad, dia juga bisa menulis kalau ada contohnya (meniru) tapi kalau disuruh menulis tanpa contoh dia tidak bisa.

3. Riwayat perkembangan

Subjek mengalami perkembangan pesat, dia menjalankan hampir semua tugas perkembangannya.

1. Memiliki tubuh yang tinggi dan berat badan yang rendah

2. Bergaul dengan teman-teman sebayanya

3. Membangkang

4. Rajin shalat dan mengaji

5. Sering main game dhandphone dan dikomputer

6. Sulit disuruh belajar

7. Mampu membedakan mana yang baik mana yang buruk

8. Mau membantu orang tuanya.


D. DIAGNOSA

Setelah melakukan observasi terhadap subjek penelitian yaitu Rafi yang berusia 10 tahun, dapat diketahui bahwa anak tersebut mengalami kemunduran pada perkembangan motorik halus. Dia belum mengerjakan tugas perkembangannya, Dia belum bisa menulis i. Hal tersebut tidak sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Singgih D. Gunarsa tentang anak yang berusia 10 tahun sudah bisa membaca, menulis dan menghitung. Jadi dapat disimpulkan bahwasannya anak ini mengalami kemunduran pada perkembangan motorik halus yaitu kesulian menulis.



Kesimpulan

Dari hasil kesimpulan pembahasan di atas, maka ada beberapa hal yang perlu diungkapkan sebagai saran dalam rangka menerapkan peranan orang tua dalam menanamkan kepribadian muslim secara menyeluruh, sebagai berikut:

1. Orang tua yang berpendidikan tinggi hendaknya menjadikan latarbelakang adanya kegiatan rutinitas di dalam keluarga itu dapat menjadikan tonggak awal anak menjadi bagian dari masyarakat luas. Jadi,bisa saja anak menjadi teladan yang baik bagi masyarakat karenasikapnya yang sopan dan juga kebiasaannya yang menimbulkan efekpositif bagi masyarakat sekitar. Selain itu, agar anak bermanfaat bagi masyarakat dan juga Negara. Bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri saja.

2. Orang tua hendaknya menerapkan metode kisah juga untuk anak SD karena daya khayalnya dan penyerapannya pada kisah teladan masih tinggi.

3. Orang tua berpendidikan tinggi hendaknya dapat bekerjasama dengan anak secara baik. Kerjasama itu dalam bentuk saling menghargai, menghormati dan juga mengingatkan jika ada yang melakukan kesalahan.

.

4. Orang tua hendaknya mendidik anak di rumah dengan penuh kasih sayang dan bijaksana antara yang satu dengan yang lain. Juga, selain dalam keluarga, orang tua hendaknya juga membiasakan anak mengikuti pengajian dan juga kegiatan rutin yang diadakan ketua RT setempat. Hal ini dilakukan agar sosialisasi anak semakin luas dan juga bisa saling anjangsana antar warga.


Saran

Mempersiapkan fisik dan psikis anak sangat penting dalam masa perkembangan dengan memahami aspek-aspek yang dapat mempengaruhinya.Memberi reward atau punishmnet kepada anak secara proporsional agar anak mendapatkan keseimbangan dalam melakukan aktifitasnya secara alamiah dan naluriah .Peran orang tua sangat dominan dan diperlukan dalam mempersiapkan tumbuh kembang anak secara aktif.



Daftar Pustaka


1. Ahmad, Abu dan Munawar Sholeh.Psikologi Perkembangan.2005.Jakarta: PT.Rineka Cipta.

2. Conny,Semiawan,dkk.Pengenalan dan Pengembangan Bakat Sejak Dini.2008.Bandung:PT.Remaja Rusda Karya.

3. Gunarsah,D.Singgih.Psikologi Praktis.2001.Jakarta:PT.BPK Gunung Mulia.

4. Gunarsih,D.Singgih.Anak, Remaja dan Keluarga.2008.Jakarta:PT.BPK Gunung Mulia.

5. Hurlock, Elizabeth, B. Perkembangan anak jilid I. 1998.Jakarta:Airlangga

6. Rochman,Yulia Elfi.Psikologi Perkembangan.2005.Ponorogo:STAIN Ponorogo Press & Teras.

7. Samsudin.Pembelajaran motorik diTaman kanak-kanak. 2008. Jakarta: Litera Prenada Media group

8. Yusuf,Syamsu.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.2006.Bandung:PT.Remaja Rusda Karya.

9. Endah.perkembangan Motorik Anak.http//parentingislami.wordpress.com

10. wijaya, putra.2008.perkembangan motorik anak.http://www.putrawijaya.co.cc

11. http://dachun91.wordpress.com/2010/11/22/fase-keterampilan-motorik-pada-anak-usia-1-12-tahun

Post a Comment