Aplikasi Teori Dalam Penelitian Kuantitatif

blogger templates


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian (kuantitatif) adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian. Setiap penelitian yang kita laksanakan haruslah berlandaskan pada teori yang sesuai dengan topik atau permasalahan yang kita teliti agar penelitian yang kita lakukan mempunyai dasar yang kuat dan tidak sekedar asal-asalan.
Semua penelitian adalah bersifat ilmiah, oleh karena itu seorang peneliti harus berpegang pada teori.
Teori dapat kita peroleh dengan membaca dan menelaah setuntas mungkin berbagai buku, jurnal ilmiah, majalah, tesis dan sumber-sumber lain yang sesuai agar kita dapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkang kita selanjutnya.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penyusun merumuskan masalah sebagai berikut:
1.    Apa pengertian teori?
2.    Apa kegunaan teori dalam penelitian ?
3.    Apa fungsi teori ?
4.    Apa deskripsi teori ?
5.    Contoh aplikasi teori dalam penelitian ?
C. TUJUAN PEMBAHASAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan pembahasan makalah ini adalah
1.    Untuk mengetahui pengertian teori
2.    Mengerti kegunaan teori dalam penelitian
3.    Mengetahui fungsi teori
4.    Mengerti deskripsi teori
5.    Untuk mengetahui contoh aplikasi teori dalam penelitian.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TEORI
Teori adalah sarana pokok untuk menyatakan hubungan yang sistematis dalam gejala sosial maupun natura yang ingin diteliti. Teori merupakan abstaksi dari pengertian atau hubungan dari proposisi atau dalil. Kerlinger mengemukakan bahwa teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang menyajikan gejala (fenomena) secara sistematis, merinci hubungan antara variable-variabel, dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut.
Didalam definisi teori yang dikemukakan oleh Kerlinger diatas memang amat sulit untuk dicerna, tetapi definisi itu secara singkat melukiskan ciri-ciri teori sebagai berikut :
1.    Teori terdiri dari proposisi-proposisi.
2.    Konsep dalam proposisi telah dibatasi pengertianya secara jelas.
3.    Teori harus mungkin diuji, diterima atau ditolak kebenaranya.
4.    Teori harus dapat melakukan prediksi.
5.    Teori harus dapat melahirkan proposisi-proposisi tambahan yang semula tidak diduga.
Mark membedakan adanya tiga macam teori. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakann antara lain:
1.      Teori yang deduktif, memberi keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu kearah data akan diterangkan.
2.      Teori yang induktif, cara menerangkan adalah dari data kearah teori.
3.      Teori yang fungsional, disini nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis.
Labovitz dan Hagedorn juga menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataan-pernyataan relasional tertentu saling terkait.  Misalnya, mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?. Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut. Dengan demikian, teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang  sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau  sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu.
Merriam mengelompokkan teori kedalam tiga jenis. Pertama, Grounded Theory, menjelaskan kategori besar fenomena dan paling banyak ditemukan di ilmu pengetahuan alam. Kedua, Middle Range Theory, termasuk antara hipotesa pekerjaan kecil kehidupan sehari-hari dan teori besar secara keseluruhan. Ketiga, Substantive Theory, terbatas pada suatu masalah tertentu.
Esensi (inti) definisi teori ialah bahwa teori itu haruslah menjelaskan adanya hubungan antarvariabel yang satu dengan variable yang lain. Hubungan antarvariabel itu harus memperlihatkan sifat ilmiah teori yaitu sifat logis dan bukti empiris.oleh karena itu, suatu teori ilmiah harus menjelaskan hubungan logis antarvariabel dan hubungan logis tersebut harus dapat dibuktikan secara empiris.

B. KEGUNAAN TEORI DALAM PENELITIAN

Teori dalam penelitian kuantitatif menjadi factor yang sangat penting dalam proses penelitian itu sendiri. Pada penelitian kuantitatif teori digunakan untuk menuntun peneliti menemukan masalah penelitian, menemukan hipotesis, menemukan konsep-konsep, menemukan metodologi, dan menemukan alat-alat analisis data.karena itu amat penting teori dibicarakan dalam setiap pembahasan penelitian kuantitatif mengingat perananya yang dominan itu. Melihat pentingnya kedudukan teori dalam penelitian kuantitatif, maka sebuah keharusan setiap peneliti untuk mamahami teori dan mengerti kedudukanya dalam penelitian.Teori juga merupakan sebagai alat penolong teori. Sebagai alat dari ilmu, teori mempunyai peranan sebagai :
1.    Teori mendefinisikan orientasi utama dari ilmu dengan cara memberikan definisi terhadap jenis-jenis data yang akan dibuat abstraksinya.
2.    Teori memberikan rencana (scheme) konsepsual, dengan rencana mana fenomena-fenomena yang relevan disistematiskan, diklasifikasikan, dan dihubung-hubungkan.
3.    Teori member ringkasan terhadap fakta dalam bentuk generalisasi empiris dan sistem generalisasi.
4.    Teori memberikan prediksi terhadap fakta
5.    Teori memperjelas celah-celah dalam pengetahuan kita.

C. FUNGSI TEORI
Teori mempunyai peranan yang sangat besar dalam penelitian,karena teori membantu peneliti dalam menentukan tujuan dan arah penelitian dan dalam memilih konsep-konsep yang tepat guna dalam pembentuka hipotesis-hipotesisnya. Dari definisi diatas Fungsi teori  adalah
1.    Sebagai identifikasi awal dari masalah penelitian dengan menampilkan kesenjangan, bagian-bagian yang lemah, dan ketidak sesuaiannya dengan penelitian-penelitian terdahulu. Fungsi ini memberikan suatu kerangka konsepsi penelitian dan memberikan alasan perlunya penyelidikan.
2.    Untuk mengumpulkan semua konstruk atau konsep yang berkaitan dengan topik penelitian. Kemudian melalui teori kita dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang terinsi sebagai pokok masalah penyelidikan.
3.    Untuk menampilkan hubungan antara variable-variabel yang telah diselidiki. Melalui proses ini kita dapat membandingkan topik penelitian dengan penemuan-penemuan terdahulu.
Sementara itu, Sugiyono (2007) mengemukakan bahwa secara umum teori mempunyai tiga fungsi, yaitu: pertama, menjelaskan (explanation). Digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau konstruk variable yang akan diteliti. Kedua, meramalkan (prediction). Digunakan untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang bersifat prediktif. Ketiga, pengendalian (control). Digunakan mencandra dan membahas hasil penelitian sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah.
Menurut Koentjaraningrat (1981:19) mempunyai fungsi-fungsi : Pertama, menyimpulkan generalisasi-generalisasi dari fakta-fakta hasil pengamatan, artinya merupakan kesimpulan induktif
D. DESKRIPSI TEORI
Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Teori yangdigunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang, pendapat penguasa, tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. Jumlah kelompok teori yang perlu dideskripsikan tergantung pada luasnya permasalahan dan pada jumlah variable yang diteliti. Kalau variable yang diteliti ada enam, maka jumlah teori yang dikemukakan juga ada enam.
Deskripsi teori berisi tentang penjelasan terhadap variable-variabel yang diteliti melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabelyang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah.
Pendeskripsian teori akan memberikan gambaran apakah peneliti menguasai teori dan kontek yang diteliti atau tidak.
Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut:
1. Tetapkan nama variable yang diteliti, dan jumlah variabelnya.
2. Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedi, journal ilmiah, laporan penelitian, Skripsi, Tesis, Disertasi)yang sebanyak-banyaknyadan yang relevan dengan setiap variable yang diteliti.
3. Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variable yang akan diteliti . (untuk referensi yang berbentuk laporan penelitian, lihat judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan, tempat penelitian, sample sumber data, teknik pengumpulan data, analisis, kesimpulan dan saran yang diberikan).
4. Cari definisi setiap variable yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain, dan pilih definmisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
5. Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variable yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkandan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
6. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber kedalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber bacaan yang dikutip atau yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus dicantumkan.
E. CONTOH APLIKASI TEORI
Dalam praktik pemilihan teori-teori sangat tergantung dari perspektif periset .diantaranya adalah
1.      Model Peluru (Komunikasi satu langkah)
Model ini berasumsi bahwa kopmponen-komponen komunikasi ( komunikator, pesan, media.) mepunyai pengaruh yang luar biasa dalam mengubah sikap dan perilaku khalayak. Disebut peluru karena seakan-akan komunikasi ditembakan kepada khalayak dan khalayak tidak bisa menghindar. Proses ini juga sama dengan sebuah jarum sutik yang di suntikan ke tubuh pasien ( hypodermic neddle teory ).
2.      Model Uses dan Gratifications
Inti teori Uses dan Grtification adalah khalayak pada dasarnya menggunakan media massa berdasarkan motif-motif tertentu. Media dianggap memenuhi motif  khalayak. Jika motif  ini  terpenuhi maka kebutuhan khalayak akan terpenuhi. Pada akhirnya, media yang mampu memenuhi kebutuhan khalayak disebut media yang efektif
3.      Model Agenda Setting
Teori ini berasumsi bahwa media mempunyai kemapuan mentransfer isu untuk memengaruhi agenda public. Khalayak akan menganggap suatu isu itu penting karena media menganggap isu itu penting  juga (griffin,2003:490) . teori agenda setting mempunyai kesamaan dengan teori peluru yang menganggap media mempunyai kekuatan memengaruhi khalayak. Bedanya teori peluru memfokuskan pada sikap (afektif ), pendapat atau bahkan perilaku. Agenda setting menfokuska pada kesadaran dan pengetahuan (kognitif).

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Kerlinger mengemukakan bahwa teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang menyajikan gejala (fenomena) secara sistematis, merinci hubungan antara variable-variabel, dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut
Kegunaan teori dalam kegiatan penelitian adalah: teori membatasi cakupan fakta yang harus kita pelajari, teori dapat digunakan untuk meramalkan fakta lebih lanjut yang harus ditemukan, teori sebagai stimulan dan panduan untuk mengembangkan pengetahuan dan teori mengidentifikasi factor yang rumit
Fungsi teori adalah sebagai identifikasi awal dari masalah penelitian dengan menampilkan kesenjangan, bagian-bagian yang lemah, dan ketidak sesuaiannya dengan penelitian-penelitian terdahulu, untuk mengumpulkan semua konstruk atau konsep yang berkaitan dengan topik penelitian dan untuk menampilkan hubungan antara variable-variabel yang telah diselidiki.
Sementara itu; Sugiyono (2007) berpendapat bahwa teori secara umum mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi menjelaskan, fungsi meramalkan dan fungsi pengendalian.
Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variable yang akan diteliti, serta sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan, dan penyusunan instrumen penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Sevilla, Consuelo G, dkk, Pengantar Metode Penelitian, Jakarta: UI Press, 1993.
Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2001.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2007.






Post a Comment