Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop

blogger templates
Pengarang : John Storey
Penerjemah : Laily Rahmawaty 
Penerbit : Jalasutra 
Jml halaman : xii+186 hlm

Pop culture atau budaya pop merupakan salah satu tema yang sering diangkat dalam sebuah penelitian. Budaya telah menjadi gaya hidup masyarakat di era modern ini, khusunya bagi anak remaja. Cara pandang remaja saat ini sudah banyak dipengaruhi dengan banyak hal yang termasuk dalam budaya pop ini seperti musik, televisi atau film.

Buku Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop ini mengupas tentang bagaimana caranya budaya pop tersebut dapat dikaji dan diteliti. Buku ini terdiri dari 7 bab dan pembahasan mengenai budaya pop itu sendiri dimulai dari bab kedua buku ini`.

Dalam bab kedua dibahas tentang bagaimana televisi sudah mulai mempengaruhi kehidupan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari data yang dipaparkan bahwa lebih dari 3,5 milyar jam dihabiskan orang untuk menonton televisi diseluruh dunia. Lalu dalam buku ini juga ditulis teori encoding and decoding the televisual discource dari stuart hall. Inti dari teori ini adalah cara bagaimana professional media menyajikan suatu peristiwa sosial yang ‘mentah’ menjadi bermakna lewat tayangan televisi.

Dalam teori hall ini terdapat tiga tahap yang harus dilakukan, tahap pertama adalah the moment of encoding atau memasukkan pesan-pesan tertentu dalam suatu peristiwa mentah itu agar jadi wacana yang lebih bermakna. Lalu tahap kedua merupakan the moment of text atau momen tersebut sudah siap menjadi wacana yang televisiual. Lalu terakhir adalah the moment of decoding atau penerjemahan dari pesan-pesan yang disisipkan professional itu oleh penonton.

Selain dari teori dari hall tadi, dalam bab televisi ini juga dibahas mengenai penelitian seorang kritikus budaya dari belanda Ien Ang tentang fenomena suksesnya Dallas acara opera sabun asal Amerika yang ditonton 52% penduduk belanda pada tahun 1980. Dia membuat sebuah iklan di majalah wanita yang intinya meminta agar penonton opera sabun Dallas itu memberi tahu alasan kenapa mereka senang melihat acara tersebut. Lalu jawaban yang didapat dari responden yang sebagian besar wanita itu paling banyak berisi bahwa cerita dalam opera sabun itu mirip dengan kehidupan nyata mereka walaupun dalam skala yang lebih kecil.

Bab selanjutnya dalam buku ini membahas tentang fiksi popular. Dalam bab ini dipaparkan pendapat dari beberapa tokoh mengenai bacaan fiksi ini, contohnya pendapat dari FR Leavis dan Denys Thompson yang menganggap bahwa bacaan-bacaan fiksi tersebut merupakan cara seseorang untuk melarikan diri dari ketidakmampuan mereka di kehidupan nyata. Pendapat lain dari Q.D. Leavis dalam fiction and the reading public menyatakan bahwa fiksi-fiksi romantic itu menimbulkan efek candu seperti pada obat bius.

Selain itu juga dapat menyebabkan ketidakmampuan seseorang menghadapi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di kehidupan nyata. Selain itu ada beberapa pandangan tokoh lain mengenai bacaan fiksi.



Buku cultural studies dan kajian budaya pop sangat cocok untuk memahami dasar dalam memahami fenomena-fenomena yang berhubungan dengan budaya pop dalam masyarakat yang akhir-akhir ini sering terjadi. Kekurangan dari buku ini hanyalah bahasa yang sulit dicerna karena terjemahan yang digunakan.
Post a Comment