Demografi Daerah Konflik Sunni - Syiah di Desa Karanggayam Kecamatan Omben dan Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang
konflik warga
antara Syiah dan Sunni di Dusun Gading Laok Desa Blu'uran Kecamatan Karang
Penang dan Dusun Nangkernang Desa Karang Gayam Kecamatan Omben
Sebagaimana diketahui,
lokasi kejadian konflik antara sunni dan syiah itu terjadi diperbatasan
kecamatan, yaitu desa karanggayam
kecamatan Omben dan desa Bluuran Kecamatan Karang Penang. Berikut
penjelasan antara kedua kecamatan tersebut.
1. Gambaran Umum
Secara geografis Desa Bluuran mempunyai luas 16,20 km², Dan desa bluuran
merupakan daratan rendah yaitu sekitar 61. m di atas permukaan air laut.
Berdasarkan data yang didapatkan dari Koordinator Statistik Kecamatan (KSK)
Karangpenang, tahun 2013, Desa bluuran mempunyai jarak tempuh yang cukup jauh
dengan pemerintahan desa, jarak kekantor kecamatan kurang lebih 5,3 km, dengan
puskesmas 5,4 km dan jarak dengan kantor polisi 5,3 km,
selama tahun 2004 curah
hujan di Desa Bluuran rata-rata mencapai 300 mm. Curah hujan terbanyak terjadi
pada bulan Desember hingga mencapai 405,04 mm yang merupakan curah hujan
tertinggi selama kurun waktu 2000-2010.
Secara administratif,
Desa Bluuran terletak di wilayah Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang
dengan posisi dibatasi oleh wilayah Desa-desa tetangga. Di sebelah Utara
berbatasan dengan Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Sampang Di
sebelah Barat berbatasan dengan Desa Mulyoagung Kecamatan Karang Penang Di sisi
Selatan berbatasan dengan Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Sampang,
sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Kelurahan Tlogomas Kecamatan
Lowokwaru Kota Sampang.
Jarak tempuh Desa Bluuran
ke Ibukota Kecamatan adalah 2 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15
menit. Sedangkan jarak tempuh ke Ibukota Kabupaten adalah 35 km, yang dapat
ditempuh dengan waktu sekitar 1,5
jam.
2. Letak Geografi
Desa Bluuran
yang secara struktural merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari
sistem perwilayahan Kecamatan Karang Penang, secara geografis Desa Bluuran
terletak antara kota Sampang dan Kota Batu. Topografi ketinggian desa Bluuran
berada pada daratan tinggi sekitar 540 meter diatas permukaan laut. Berdasarkan
BPS Kabupaten Sampang tahun 2010,selama tahun 2010 curah hujan di desa Bluuran
rata-rata mencapai 3000 mm.hujan terbanyak pada bulan Nopember dan Desember
hingga mencapai 550 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu
2000 s/d 2010 .Secara administratif Desa Bluuran terletak di wilayah Kecamatan Karang
Penang Kabupaten Sampang .Bluuran memiliki potensi yang cukup strategis dengan
luas wilayah 499 Ha yang terbagi menjadi 3 Dusun, yakni: Dusun Rambaan, Dusun
Bendungan, dan Dusun Klandungan.
Batas-batas
wilayah sebagai berikut :
Utara
: Desa Tlambah
Timur
: Kecamatan Palengaan Kab. Pamekasan
Selatan
: Kecamatan Omben
Barat
: Kecamatan Kedundung.
Jarak tempuh dengan Ibu
kota Kecamatan 2 km yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit.
Sedangkan jarak tempuh dengan ibukota Kabupaten adalah 35
km yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 75 menit.
3. Kondisi dan Ciri Geografi Wilayah
Luas wilayah desa Bluuran 399 ha. Luas lahan yang ada terbagi
kedalam beberapa peruntukan, yang dapat dikelompokan seperti pemukiman,
pertanian, perindustrian, fasilitas umum, kegiatan ekonomi dan lain-lain.
Luas lahan yang digunakan untuk pemukiman 161 ha terdiri atas pemukiman umum 16
ha dan 145 ha pemukiman KPR-BTN Luas lahan untuk pertanian 83 ha yang terdiri
atas : Sawah irigasi tehnis 53 ha dan 30 ha sawah tadah hujan.
Luas tanah tegalan 141 ha dan pemakaman umum 5 ha
sedangkan untuk kegiatan ekonomi 0,7 ha dan untuk perkantoran ,sekolahan dan
lapangan serta jalan sekitar 9 ha.
Wilayah desa Bluuran secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan tanah
sawah yang sangat cocok dengan pertanian. Secara prosentase kesuburan tanah
dapat dipetakan sebagai berikut: tanah sangat subur 83 ha, tanah subur 30 ha
dan tanah sedang 141 ha. Hal ini memungkinkan tanaman padi untukdapat panen
dengan 8 ton/ha. Tanaman jenis palawija juga cocok ditanam di desa Bluuran.
Berdasarkan data yang
masuk tanaman palawija seperti kacang tanah, kacang panjang, buncis, ubi
jalar,dan ada sebagian tanaman tebu dan buah-buahan yang mampu menjadi sumber
pendapatan ( income ) yang cukup dapat diandalkan penduduk desa di sektor
pertanian, begitu juga tanaman sayuran seperti cabe merah, brungkul, jagung
manis, tomat dan lainya sangat memberikan harapan bagi masyarakat petani
didesa.
Dengan kondisi alam
yang demikian telah menghantarkan sektor pertanian secara umum mampu menjadi
penyumbang Produk Domestik Desa Bruto (PDDB) terbesar desa . Karena posisi desa
Bluuran terletak diantara dua kota maka banyak lahan pertanian yang sudah
beralih fungsi yang secara umum akan berdampak pada sektor
pertanian.
4. Demografi/Kependudukan
Berdasarkan data
Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2010, jumlah penduduk Desa Bluuran adalah
9122 jiwa, dengan rincian 4642 laki-laki dan 4480 perempuan. Jumlah penduduk
demikian ini tergabung dalam 2161 KK. Sedangkan kepadatan penduduk mencapai 681
per km2.
Agar dapat mendeskripsikan
dengan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Bluuran
maka perlu diidentifikasi jumlah penduduk dengan menitikberatkan pada
klasifikasi usia. Untuk memperoleh informasi ini maka perlulah dibuat tabel
sebagai berikut:
Tabel 4
Jumlah Penduduk
Berdasarkan Usia
No
|
Usia
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1
|
0-12
|
121
orang
|
1,3
%
|
2
|
1-5
|
624
orang
|
6,8
%
|
3
|
0-7
|
1003
orang
|
10,9
%
|
4
|
7-18
|
1518
orang
|
16,6
%
|
5
|
18-56
|
4841
orang
|
53
%
|
6
|
> 56
|
2247
orang
|
24,6
%
|
Jumlah Total
|
9122 orang
|
100 %
|
5. Pendidikan
Eksistensi pendidikan adalah satu hal
penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan
tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka
akan memacu tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan
mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru. Dengan sendirinya akan membantu program pemerintah dalam mengatasi
pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Pendidikan biasanya akan dapat
mempertajam sistematika berpikir atau pola pikir individu, selain mudah
menerima informasi yang lebih maju dan tidak gagap teknologi. Di bawah ini
adalah tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Bluuran
Tabel
Tamatan Sekolah Masyarakat
No
|
Tingkatan Pendidikan
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
|||
1
|
Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK
|
|||||
2
|
Usia 3-6 tahun yang sedang TK/Playgroup
|
|||||
3
|
Usia 7-18 tahun yang tidak sedang sekolah
|
|||||
4
|
Usia 18-56 thn pernah SD tapi tidak tamat
|
|||||
5
|
Tamat
SD/sederajat
|
|||||
6
|
Jumlah usia
18-56 tahun tidak tamat SMP
|
|||||
7
|
Jumlah usia
18-56 tahun tidak tamat SLTA
|
|||||
8
|
Tamat
SMP/sederajat
|
|||||
9
|
Tamat
SMA/sederajat
|
|||||
10
|
Tamat D-1
|
|||||
11
|
Tamat D-2
|
|||||
12
|
Tamat D-3
|
|||||
13
|
Tamat S-1
|
|||||
14
|
Tamat S-2
|
|||||
15
|
Tamat S-3
|
|||||
16
|
Tamat SLB C
(tuna grahita/mental)
|
|||||
17
|
Tamat SLB G
(tuna ganda)
|
|||||
Rentetan data kualitatif di atas menunjukan
bahwa mayoritas penduduk Desa Bluuran hanya mampu menyelesaikan sekolah di
jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal
kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan
mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri. Sebab ilmu pengetahuan
setara dengan kekuasaan yang akan berimplikasi pada penciptaan kebaikan
kehidupan.
Rendahnya kualitas pendidikan di Desa Bluuran,
tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di
samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan
di Desa Bluuran baru tersedia di level pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP),
sementara akses ke pendidikan menengah ke atas berada di tempat lain yang
relatif jauh.
Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi
alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Bluuran
yaitu melalui pelatihan dan kursus. Misalnya pelatihan ketrampilan perbengkelan
dan otomotif yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sampang, Bahkan
Desa Bluuran telah menggagas untuk adanya SMK Negeri di Desa Bluuran . dengan
gagasan tersebut di atas nantinya desa Bluuran mampu menyiapkan tenaga-tenaga
trampil sesuai kebutuhan.
6. Mata Pencaharian
Tabel
6
Macam-macam Pekerjaan dan
Jumlahnya
No
|
Jenis Pekerjaan
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
1
|
Petani
|
||
2
|
Buruh tani
|
||
3
|
Pegawai Negeri Sipil
|
||
4
|
Pedagang keliling
|
||
5
|
Peternak
|
||
6
|
Montir
|
||
7
|
Dokter swasta
|
||
8
|
Pembantu rumah tangga
|
||
9
|
TNI
|
||
10
|
POLRI
|
||
11
|
Pensiunan PNS/TNI/POLRI
|
||
12
|
Pengusaha kecil dan menengah
|
||
13
|
Jasa pengobatan alternatif
|
||
14
|
Dosen swasta
|
||
15
|
Karyawan perusahaan swasta
|
||
16
|
Sopir
|
||
17
|
Tukang becak
|
||
18
|
Tukang ojek
|
||
19
|
Tukang cukur
|
||
20
|
Tukang batu/kayu
|
||
21
|
Kusir dokar
|
7. Jumlah Penduduk berdasarkan agama
Penduduk Desa Bluuran terdiri atas berbagai pemeluk agama, diantaranya: Islam, Katolik, Kristen dan Hindu .
Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan pemeluk agama.
Tabel 7
Nama-Agama dan Pemeluknya
No
|
Nama Agama
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1
|
Islam
|
||
2
|
Katolik
|
||
3
|
Kristen
|
||
4
|
Hindu
|
8. Aspek-Aspek Sosial Budaya
Kondisi sosial budaya
masyarakat semakin maju hal ini ditunjukan jumlah kemiskinan yang semakin mengecil, meskipun tiga dusun yang
berada dibawah wilayah Bluuran ada perbedaan situasi dan kondisi perekonomian.
Wilayah dusun Rambaan yang
padat penduduknya, baik penduduk yang tinggal menetap maupun penduduk pendatang dari luar karena kuliah ataupun kerja di suatu lembaga
di kota ataupun di Kabupaten Sampang, sehingga banyak rumah tinggal dirubah
menjadi rumah kos, usaha pertokoan, warung dan jasa rental computer
fotocopy dan lain-lain,
Dusun Bendungan merupakan
pusat Pemerintahan Desa Bluuran, di sini dibangun Kantor Desa, Puskesmas, Pasar
Desa BUMDES. Dusun Bendungan berdekatan dengan dusun Rambaan, imbas
kemajuan perekonomian dusun Rambaan akan juga
mewarnai perekonomian dusun Bendungan. Perumahan yang semakin padat dan banyak
pengembang yang membangun perumahan di dusun Bendungan, Dibangunnya
jembatan penghubung antara kota Sampang dan desa Bluuran di wilayah dusun
Bendungan merupakan jalur alternative masuk kota Sampang. Arus lalu lintas semakin padat dan roda perekonomian semakin lancar.
Dusun Klandungan berada
paling selatan wilayah Bluuran, dari segi perekonomian masih sedikit tertinggal dari dua dusun di atas (Bnedungan dan Rambaan). Masyarakatnya sebagaian masih bekerja
dalam bidang pertanian, sebagian pegawai negeri dan pedagang. Wilayahnya sangat
luas, seiring dengan perkembangan masyarakat banyak juga pengembang membangun
perumahan di dusun Klandungan. Aset transportasi cukup lancar adanya jalur
Mikrolet STL.
Pada umumnya Desa Bluuran
masyarakatnya sangat menjunjung budaya leluhur, gemar bergotongroyong, adat dan
tradisi masih dipertahankan, di samping itu masyarakat Desa Bluuran yang
cenderung memiliki sifat ekspresif, agamis dan terbuka dapat dimanfaatkan
sebagai pendorong budaya transparansi dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan
dan pelaksanaan pembangunan.
Dengan model keterbukaan
dan kerja sama yang baik antara lembaga-lembaga desa, tokoh masyarakat desa dan
memak-simalkan kinerja Pemerintah Desa, serta peran aktif BPD dalam
merencanakan, mengendalikan, memonetoring pelaksanaan pem-bangunan
masyarakat desa Bluuran, factor-faktor yang menyebabkan masalah kemiskinan,
ketenaga kerjaan dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pembangunan
desa saat ini dapat di minimalisir.
Comments