Hijrah Sebagai Pendekatan Bimbingan Konseling Islam

blogger templates


I.                   Matan Hadist dan Terjemahannya
قال النبي سلى الله عليه وسلم المؤمن من امنه الناس والمسلم من سلم المسملمون من لسانه ويده والمهاجر من هجر السوء والدي نفسي بيده لا يدخل الجنة عبد لا ياءمن جاره بوائقه(رواه احمد:)                  121.3
5. عن عبد الله بن حبشي الخثعمي ان النبي صلى الله عليه وسلم سئل اي الاعمال افضل قال طول القيام قيل فاي الصدقة افضل قال جهد المقل قيل فاي الهجرة افضل قال من هجر ما حرم الله عليه(ابو داود: كتاب الصلاة,1237)

4.      Nabi bersabda: Orang Mu’min yaitu manusia yang merasa aman dari ulah perbuatannya dan orang Muslim yaitu orang –orang Islam yang merasa selamat dari ulah kejahatan Lisan dan Tangannya (perbuatannya), Orang yang Hijrah yaitu orang yang menjauhi dari perbuatan yang tidak baik.Demi dzat (Allah) jiwaku dalam kekuasannya, seorang hamba tidak akan masuk surga jika tetangganya tidak merasa Aman akibat dari ulah perbuatannya. (HR. Ahmad)
5.      Dari Abdullah bin Hubsyi Kitos’amy,. Sesungguhnya nabi di tanya Amal-amal ara yang lebih bail? Nabi bersabda: Panjang berdiri (artinya Istiqomah dalam menjalankan ibadah) dikatakan Shodaqoh apa yang utama? Nabi menjawab: Sungguh-sungguh dalam berakal (berangan-angan), dikatakan. Hijrah apa yang lebih utama? Nabi bersabda: orang yang menjauhi dari apa-apa yang di Haramkan oleh Allah kepadanya. (HR. Abu Daud)
II.                Makna Mufrodat (Kosa kata)
هجر Merupakan isim masdar yang terdiri dari kata هجرة- يهجر-هجر yang berarti pergi. Menurut para Muhadisin kata Hijrah berarti pergi atau meninggalkan sesuatu perbuatan yang tidak baik menuju ke perbuatan yang baik. Menurut para Mu’alimin kata Hijrah di artikan sebagai perpindahan Nabi dari kota Makkah ke Madinah, dalam kata Hijrah terdapat suatu keharusan dari orang muslim yang pada saat menjumpai suatu kaum yang disitu terdapat perbuatan yang di larang oleh agama.
لا يدخل الجنة عبد جاره بوائقة Tidak masuk ke dalam surga jika tetangganya tidak merasa aman akibat dari ulah perbuatannya, Maksudnya adalah pada kata لايدخل الجنة mengandung arti ketetapan yang tidak bisa berubah, Yaitu ini tidak hanya di khususkan pada orang Islam saja tetapi kepada umat manusia yang tidak dapat mengontrol perbuatan dalam bertetangga, Tetangga di sini meliputi keluarga dekat yang apabila ada suatu masalah menjadi orang yang pertama menolong, menurut para Muhadisin tetangga yaitu orang yang berada 40 rumah dari depan, belakang, kanan, dan kiri.
Kata طول Merupakan isim Masdar yang berarti berdiri, Berdiri di sini dalam Shalat dengan Istiqomah, beberapa Muhadisin mendefinisikan sebagai berikut: Melakukan shalat dalam waktu yang lama(Istiqomah) جهد المقيل : Sunggug-sungguh dalam beramal, maksudnya menggunakan akal pikiran manusia sesuai dengan kebutuhannya dalam hal ini akal digunakan untuk membedakan antara Haq dan Bathil. Kata هجر yang artinya menjauhi, disini mengandung makna meninggalkan perkara yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam karena pada saat Nabi di tanya ini banyak kaumnya melakukan perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama.

                                                                                                           
III.             Penjelasan dan Analisis Hadist
Hadist di atas menjelaskan bahwa orang Mu’min yaitu manusia yang merasa aman dari ulah perbuatannya dan orang Muslim yaitu orang –orang Islam yang merasa selamat dari ulah kejahatan Lisan dan Tangannya (perbuatannya), Maka dari itu Allah memerintahkan kita untuk bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allahdan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Sehingga jika kita ingin menjadi seorang mu’min dan muslim, maka kita harus melaksanakan Rukun-rukun Islam dan Iman. Sebagaimana yang di perintahkan oleh Allah SWT. Karena untuk mencegah perbuatan-perbuatan yang tidak kita inginkan baik itu berupa ucapan maupun amal perbuatan
Adapun orang mudlim yang menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari Hukumnya Haram, kecuali ada alasan. Boleh juga seorang suami menjauhi tempat tidur Istrinya, jika istrinya telah jelas durhaka kepada Suaminya.
Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku, barang siapa yang berniat melakukan sesuatu yang baik, niscaya dia akan mendapatkan pahalanya. Nabi SAW telah bersabda:
نية المؤمن خير من عمله                                                                           
                                                                                                           
“Niat seseorang Mu’min itu lebih baik dari pada Amalnya”.
Nabi bersabda bahwa orang hijrah yaitu orang yang menjauhi dari perbuatan yang tidak baik. Demi dzat (Allah) jiwaku dalam kekuasaannya, seorang hamba tidak akan masuk surga, jika tetangganya tidak merasa aman akibat dari ulah perbuatannya.Maka dari itu barang siapa yang Hijrahnya (Niat dan tujuannya) karena Allah dan Rasulnya, maka secara global ia adalah meninggalkan kekufuran menuju Islam seperti disebutkan dalam litab-kitab Fiqih,serta menjauhi segala yang di larang oleh Alah: Dalam sebuah Hadist di sebutkan:

المجا هد من جا هد نفسه والمها جر من هجر ما فهى الله عنه                
“Orang berjihad adalah orang yang menerangi nafsunya, dan orang yang Hijrah adalah orang yang menjauhi segala yang di larangnya oleh Allah”.
Maka seseorang harus meninggalkan tempat tinggalnya bila melihat penduduknya memakan makanan haram, dan bila melihat para ulama’ serta orang-orang soleh di caci maki.
Wahai saudaraku, semua orang terkandung dalam hadist ini merupakan kebaikan. Hadist ini diriwayatkan Bukhori Muslim, semoga Allah meridhoi mereka, dalam kedua kitab mereka yang paling sahih. Kedua Imam tersebut memiliki kebaikan-kebaikan dan sangat terkenal.
Sebagai pendekatan Bimbigan Konseling. Dengan segala sesuatunya untuk menyelesaikan persolan atau problem, maka hendaknya sebagai orang muslim dan mu’min berniat untuk mencari ridho Allah SWT. Guna untuk membantu sesama menyelesaikan problem bagi yang membutuhkannya.
Dan di dalam Hijrah ini adalah untuk menjadikan kita agar saling tolong menolong kepada sesama dan menjadi pemimpin yang baik serta adil dalam memutuskan segala sesuatu hal”Baik itu dalam bentuk Lisan maupun perbuatan.  
Post a Comment