Indikator Iman: Integrasi Kognitif, Afektif,Dan Psikomotorik

blogger templates


I.          Matan   Hadits dan Terjemahannya
عن على بن ابي طالب قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم الا يمان معرفة بالقلب وقول باللسان و عمل بالاركان  (رواه  ابن ماجه)
Artinya:
Dari Ali bin Abi Tholib berkata Rasulullah SAW bersabda : “sesungguhnya iman itu dilihat dengan hati dan diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.” (H.R. Ibnu Majah)

II.                Makna Mufradat ( Kosa Kata )
Kata al Imanu ( الايمان  ) pada hadist diatas bermakna “percaya” yang berakar dari susunan huru-huruf “alif – mim – nun” (ا-م-ن) . Sedangkan dalam ilmu tajwid lafadh (ايمان  ) yang terdapat huruf  “mim” di dalamnya yang menurut kaidah Tajwid huruf “mim” dalam keadaan hidup berhukum bacaan ada 2, yaitu :
a.           berbaris fathah atau dhommah, baik diawal di tengah, maupun di akhir kata harus dibaca “Tafkhim”(تفحيم ) tebal.
b.          Jika “mim” hidup itu berbaris kasrah, baik di awal di tengah maupun di akhir kata harus dibaca “Taqiq” ( ترقيق , tipis)

III.             Penjelasan dan Analisa Hadist
Hadist diatas menjelaskan bahwa iman itu dapat kita lihat dari berbagai cara, baik dari perbuatan atau amalan kita setiap hari, serta dapat kita lihat pula dari hati. Penjelasan ini pula dapat dipahami bahwa dengan iman dan mangamalkan isi atau makna yang terkandung dalam kata iman maka Allah SWT menjamin kebaikan bagimu di dunia serta nanti di akhirat.
Sedangkan makna iman sendiri menurut bahasa (ايمان) berarti “percaya”. Sedangkan menurut istilah iman berarti keyakinan dalam hati pengakuan dengan lisan dan pelaksanaan dengan anggota badan. Dengan demikian beriman kepada Allah SWT tidak cukup dengan hanya meyakini adanya Allah dalam hati saja, tanpa dibarengi dengan pernyataan dengan lisan serta penerapan dengan perbuatan. Oleh karena itu banyak ayat Al-Qur’an menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang beriman yang dinyatakan dalam tingkah laku dan perbuatan. Salah satunya dalam firman Allah yang berarti : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang apabila disebut nama Allah SWT hatinya bergetar, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatnya mereka bertawakal, yakni orang-orang yang mendirikan dan menafkahkan sebagian rizki yang telah kami limpahkan kepada mereka.”
( Q.S Al-Anfal : 2 – 3 )[1] .
Dan di dalam Surat Al-Qur’an yang lain Allah berfirman bahwa “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu termasuk orang-orang yang beruntung. Siapakah orang-orang yang beruntung itu ? orang-orang yang beruntung itu adalah :
a.     mereka yang khusu’ dalam sholatnya
b.    mereka yang menghindarkan diri dari omong kosong
c.     mereka yang mengeluarkan zakat
d.    mereka yang memelihara kemaluannya
e.     mereka yang memelihara amanat dan janji mereka
f.     dan mereka yang memelihara kesempurnaan sholatnya.[2]
Sedangkan fungsi iman sendiri adalah bisa membuat orang yang beriman selalu sadar bahwa segala yang ia nikmati dan dapatkan semua semata-mata berasal dari Allah SWT. Serta dapat mendorongnya agar selalu bersyukur kepada Allah dan memanfaatkan segala nikmat Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Sehingga menimbulkan pribadi yang bertanggung jawab serta mendorongnya untuk bertindak lebih hati-hati dan berusaha melakukan amal kebaikan.



[1] Lihat surat Al-Anfal :2-3
[2] Lihat surat Al Mu’minun : 1-9
Post a Comment