Konstruktifitas Bimbingan Konseling Islam
TERJEMAH
عَنْ أبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَبِي صَلَى الله عَلَىْهِ وَسَلَمْ
قَلَ لَمَّاخَلْقَ الله الخَلْقَ كَتَبَ فِيْ كِتَابِهِ وَهّوىكتب عل نفسه وهو وضع
عنده على العرش ان رحمتي تعلب غضبي (رواه البخاري,كتاب التوحد : )
Dari Abi Hurairah dari Nabi SAW berkata ketika
Allah menciptakan mahluq maka dia menulis di kitabNya dan mencatatatnya dalam
Arsy karena sesungguhnya rahmatKu (Allah) mengalahkan adzabKu.
عن أبي هرىرة قل قل رسول الله علىه وسلم انظر
واإلى من أسفل منكم ولا تنظر واإلى من هو فوقكم فهو,أجدر أن لا تزدروا نعمة الله
قل أبو معاوىة علىكم
Dari abu hurairah berkata, berkata Rosulullah SAW
lihatlah orang di bawahmu jangan lihat orang di atasmu karena itu akan
menyebabkan keluh kesah atasmu terhadap nikmat Allah yang sudah di berikan
kepada mu kata abu muawiyah
عن أبي هرىرة قل قل رسول الله علىه وسلم انظر وا
إلى من هواسفل منكم ولـــا تنظروا إلى من هو فوقكم فإنه اجدرأن لـا تزدروا نعمة
الله علىكم هذا حد يث صحيح (الترمذي,كتاب صفة القيا مة :....../مسلم,كتب الزهد
:......)
Dari abu hurairah berkata, berkata Rosulullah SAW
lihatlah orang di bawahmu jangan lihat orang di atasmu karena itu akan
menyebabkan keluh kesah atasmu terhadap nikmat Allah yang sudah di berikan
kepada mu ini hadist shohih
MUFRODAT
خلق :
menjadikan (menciptakan) berkedudukan sebagai khobar
الخلق : mahluq (jin dan manusia) berkedudukan sebagai
maf’ul bih
كتب : menulis (mencatat) berkedudukan sebagai fi’il
madly
في :
sebagai kata penghubung berkedudukan sebagai kalimah huruf
كتابه : kitab
(kitab Allah/catatan amal) berkedudukan sebagai maf’ur bih
و :kata sambung
هو :isim domir
يكتب :mencatat (catatan) berkedudukan sebagai fi’il mudhorek
على :kalimah huruf
نفسه :jiwa (raga)
وضع :meletakkan (berkedudukan sebagai fi’il madly)
عنده :disamping
العرش :aras (singgasana Allah)
انّ :salah satu dari isim
رحمتي : انّ artinya rahmat berkedudukan sebagai khobar رحمة berasal dari kata
تغلب :menyalahkan/menggulingkan berkedudukan sebagai khobar
غضبي :adzab/siksaan berkedudukan sebagai maf’ul bih
انظر :melihat berkedudukan sebagai fi’il amar
إلى :salah satu kalimah khuruf
من :orang, berdiri sendiri tak bisa memiliki arti
اسفل :bawah berkedudukan sebagai alaat
منكم :dari kamu berkedudukan sebagai sibeh jumlah
لا :bermakna tidak berkedudukan sebagai kalima khuruf
تنظر :melihat berkedudukan sebagai fi’il mudhorek
فوقكم : diatas berkedudukan sebagai khobar dan maf’ulفوقbermakna
di atas, asal
فهو :isim dhamir
اجدر :membuat/menjadikan berkedudukan sebagai khobar
تزدروا :keluh kesah berkedudukan sebagai fi’il mudhorek
نعمة :nikmat berkedudukan sebagai maf’ul bih
حديس :hadist (kabar berita)
صحيح :shoheh/benar sebenar-benarnya
ANALISIS
Hadist
yang pertama diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad,
berkata bahwasannya Allah menciptakan setiap mahluqNya itu dengan perihal yang
berbeda dan catatan amal menurut tingah laku dan ibadah masing-masing mahluq
itu sendiri. Kemudian semuanya ditulis di Arsy singgasana Allah.
Sebetulnya
hadist ini ditunjukkan untuk semua umat islam bahwasannya setiap mahluq didunia
ini sudah memiliki buku catatan masing-masing yang diletakkan disinggasana
Allah (Arsy). Hadist ini sifatnya soheh karena matan dan sanatnya jelas dan
kuat.
Pada
hadist kedua juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang mendengarnya langsung
dari nabi Muhammad, bahwasannya kita sebagai orang mukmin dilarang keras untuk
selalu memandang keatas (nikmat) karena itu bisa membuat kamu sekalian berkeluh
kesah terhadap nikmat Allah yang sedah diberikan kepada kepadamu.
Sesungguhnya
hadist ini diucapkan oleh Mu’awiyah kepada para shahabatnya ketika ada salah
satu shahabat yang iri dengan keadaan dirinya yang berbeda dengan shahabatnya
yang lain.
Hadist
ini sifatnya shoheh karena matan, sanad dan perawinya jelas dan kuat.
Comments