Berhitung Dengan Angka ; Positif Negatif dalam Memutuskan Jumlah Anggota Baru Sebuah Organisasi.

blogger templates

Ada kalanya ketika kita berbicara tentang kaderisasi di dalam berorganisasi, kita begitu bersemangat ketika mengatakan bahwa jumlah tidak penting, yang penting adalah kualitas. Karena percuma saja memiliki jumlah banyak tapi tidak memiliki kualitas sama sekali. Sesuai dengan sebuah ungkapan “satu orang berilmu lebih baik dari pada seribu orang yang tak memiliki ilmu”. Memang cukup masuk akal ungkapan ini, seribu orang memang jumlah yang besar apalagi jika dipakai untuk berperang tapi tidak akan mampu mengalahkan seorang yang punya skill dan berwawasan tinggi. Kita lihat saja contohnya di dalam film Spartan atau yang dikenal dengan three hundred. Hanya bermodalkan dengan 300 orang, pasukan Sparta mampu menahan gempuran demi gempuran pasukan Persia, bahkan jika kondisinya terus seperti itu pasukan Sparta akan menang dengan mudah. Terbukti bahwa skill dan pengetahuan 300 pasukan Sparta mampu menandingi ratusan ribu pasukan Persia.

Memilih memiliki kader sedikit seperti memancing sebuah ikan. Jika kita ingin mendapat ikan besar maka kita akan memakai kail dan umpan yang cukup besar. Kalau umpan kita dimakan, pastilah ikan besar yang memakannya. Tapi terkadang kita lupa bahwa membuat seseorang memiliki kualitas yang tinggi tidak semudah membalik telapak tangan. Kadang harus menunggu berjam-jam agar umpan kita dimakan oleh ikan. Kita berkata,”Beri aku 10 orang maka akan aku ubah bangsa ini” dan tak lama kemudian berakhir dengan tak seorang pun yang bertahan dengan kita. Itu merupakan sebuah hal yang wajar, mengingat seiring dengan berjalannya waktu, akan banyak pula factor yang menghambat proses yang kita lakukan. Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah kita mampu melahirkan metode yang cukup bagus dalam melaksanakan pengkaderan?”. Jika kita memilih memancing ikan besar, maka kita juga harus tahu tekhnik memancing, umpan apa yang harus dipakai, sampai seberapa besar tempat dan air yang mampu membuat ikan tersebut hidup ketika kita berhasil mendapatkannya. Karena dengan metode yang bagus kita akan mampu membuat kader survive dalam kaderisasi kita. dan tentu saja, ending-nya adalah kita memiliki kader yang benar-benar berkualitas walaupun sedikit.
Memiliki kader sedikit jelas juga memberikan konsekuensi yang sangat besar. Kita akan menjadi besar jika berhasil, tapi resiko kehabisan kader juga semakin besar mengingat betapa sulitnya mengkader seseorang. Peluang hilangnya 1 orang lebih besar dibanding dengan peluang habisnya seribu orang. Jika demikian, mengingatkan kita pada sebuah ungkapan juga “Seribu orang bodoh lebih baik dibanding dengan seorang jenius yang mati tanpa meninggalkan pengganti”. Jika kita renungkan lebih dalam, ada benarnya juga ungkapan tersebut. Memiliki kader banyak ibarat seperti menjaring ikan. Ikan apapun akan kita dapat, tidak peduli kecil atau besar. Untuk melakukannya pun tidak sulit dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Tantangannya mungkin kita butuh modal lebih untuk membeli jaring dan perahu yang lebih besar.
Menjaring ikan kadang membuat kita jengkel ketika melihat ikan yang ada di jaring kita kecil-kecil. Tapi ketika kita mau menampungnya, mungkin ikan tersebut bisa kita masak untuk hari berikutnya. Kalaupun ada yang mati pasti tidak sekaligus mati semua. Dan ketika ada yang mati, kita akan segera mencari tahu apa penyebabnya dan menyelamatkan yang lainnya. Inilah keuntungan memimiliki jumlah kader besar. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi dengan mereka selanjutnya.
Melanjutkan kisah dalam film Sparta di atas. Memang di awal pasukan Sparta yang memiliki skill dan pengetahuan yang handal dalam berperang jauh lebih unggul dibanding dengan pasukan Persia yang terdiri dari sekumpulan budak. Tapi kemudian pasukan Sparta kalah. Kalah oleh keberuntugan Persia yang mendapatkan bantuan dari seorang warga Sparta yang dikecewakan oleh raja Sparta. Itulah keunggulan memiliki jumlah besar. Walaupun banyak diantaranya hilang, tapi masih saja tersisa untuk mengulur waktu hingga sebuah factor tak terduga yang berwujud seperti keberuntungan menghampiri. Kalau kita lihat realitas dalam organisasi, mungkin hampir sama. Dengan jumlah yang besar kita memiliki kemungkinan yang besar juga untuk mendapat ikan besar, tapi resikonya kita harus kerja extra keras untuk mendanai, mengkader, dan mengawal mereka. Hal yang tidak mudah juga untuk sebuah organisasi non-profit.
Kedua pilihan di atas memiliki resiko dan kelebihan masing-masing. Kita bisa memilih menghemat tenaga dan biaya hanya dengan mengkader sedikit orang yag pada dasarnya memang sudah memiliki kualitas, atau kita berjudi dengan mengeluarkan biaya dan tenaga yang cukup besar untuk menjaring sebanyak mungkin anggota agar mendapatkan kader yang terbaik, atau mungkin kita lebih memilih untuk menjaring sebanyak mungkin anggota dan merawat mereka menjadi ikan yang besar-besar. Pilihan di tangan sahabat-sahabati..
Post a Comment